BANYUMAS – Desa Margasana, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas resmi dicanangkan sebagai Desa Tani Kreatif. Program ini digagas oleh Kepala Desa Margasana, Dodit Ari Wibowo, sebagai upaya meningkatkan peran petani dan kelompok tani dalam mendorong kesejahteraan masyarakat.
Pencanangan Desa Tani Kreatif sekaligus peresmian Embung Cakrawala dan Grand Opening Cakrawala Eatery Cafe dilakukan oleh Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono, yang diwakili Camat Jatilawang Bastiar Dwi Haryanto, Rabu (4/2/2026) di Pendopo Kelompok Tani Embung Cakrawala Margasana.
Dodit menjelaskan, gagasan ini berangkat dari sejarah Kelompok Tani Margasana yang pernah meraih juara tingkat nasional pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Menurutnya, Desa Tani Kreatif bukan sekadar tren, melainkan bentuk kesadaran akan potensi lokal yang dimiliki desa.
“Harapannya, para petani di Desa Margasana bisa berkreasi memajukan pertanian sehingga ke depan mampu meningkatkan hasil produksi dan kesejahteraan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengembangan Desa Tani Kreatif akan diarahkan pada konsep agro eduwisata. Selain mengandalkan hasil pertanian, desa juga akan menawarkan wisata pertanian seperti spot foto dengan latar pemandangan alam Margasana. Keberadaan Embung Cakrawala yang dilengkapi pendopo, gazebo, serta dukungan kelompok peternak menjadi penguat konsep tersebut.
“Konsep ini adalah upaya mengubah peran petani, tidak hanya mengolah lahan tetapi juga menjadi penggerak ekonomi dengan mengolah potensi pertanian dan alam menjadi produk bernilai jual tinggi,” lanjut Dodit.
Program ini mendapat dukungan dari Pemerintah Kecamatan, Dinas Pertanian, serta penyuluh pertanian yang memberikan masukan dan strategi pengembangan.
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono melalui Zoom turut mengapresiasi pencanangan Desa Tani Kreatif dan peresmian Embung serta Cakrawala Eatery Cafe.
“Harapan saya, embung dan cafe ini tidak hanya menjadi destinasi wisata baru, tetapi juga mendorong ekonomi lokal serta menjadi ruang kreatif bagi generasi muda untuk berinovasi dan berdaya,” katanya. (Alrie Johan)










