INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

SLAMET

SLAMET

Foto : Eiger

Rabu, 4 Februari 2026

Rangga Sujali

Ingat kecilmu kuceritakan aneka dongeng leluhur besarmu? Tentang Dayang Sumbi yang kawin sama anjing kutukan, lahir Sangkuriang. Sangkuriang dewasa jatuh cinta sama ibunya, tapi ibunya menolak. Sangkuriang marah, menendang perahu, terlontar jauh, sang perahu jatuh tengkurap. Jadilah Gunung Tangkuban Perahu.

Di Jawa Tengah ada cerita seru. Lelaki sakti bernama Bandung Bandhawasa, jatuh cinta sama Rara Jonggrang. Sang gadis meminta syarat, “Buatkan aku seribu candi, maka aku rela menjadi istrimu”. Dan lelaki sakti itu pun berhasil dikalahkan dengan “kelicikan” puan.

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertisement Advertisement Advertisement

Di Banyumas ada pula kemurkaan seorang penguasa kala itu, menendang gunung menjadi dua bagian. Gunung Tugel dan Gunung Gora. Jamur Dipa, Gora, Slamet, pun dilupakan. Ada makna holistik yang memayungi Jawa Tengah. Hanya digali dan diacak-acak.

Yang kuingat, mulut kecilmu selalu bertanya penuh kekaguman. Mungkin kebingungan -seperti aku yang menceritakan-, sebelum akhirnya engkau tidur.

Lihatlah negeri yang dulu diperjuangkan dengan peluh, darah, dan air mata, kini dikangkangi oleh kaum oportunis. Mulut mereka manis berbisa. Hati mereka mati dijejali angkara harta. Saling sikat, saling sikut, salin tendang, saling banting. Ada pun berpelukan, hanya seremonial, di belakang saling tikam. Lain sisi ada pula yang seolah saling bantai, di belakang saling berbagi roti.

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca

Ingat 2015, terakhir kita naik ke Gunung Slamet. Sepanjang jalan aku ceritakan kecerobohan penguasa memberikan ijin kepada PT. SAE. Yang kala itu membabat hutan puluhan hektar, bermodalkan UKL-UPL, bukan AMDAL sebagaimana mestinya. Di Igir gunung yang lain, para tauke menyuport dana untuk pertanian kentang dan sayuran. Ada juga yang merasa pintar, memanfaatkan sumber air dan air terjun di lereng sekitarnya untuk obyek wisata. Lagi-lagi tidak berfikir sisi estetika dan etika berlingkungan.

Maka hanya sedih ketika beberapa hari lalu Kiyai Slamet mengangingatkan penghuni di sekitarnya. Limpasan hujan membawa material, lumpur, batu dan potongan kayu, sekadar menunjukan eksistensi. Meluncur liar menegur penguasa dan pengusaha yang bersekongkol mengeruk untung. Sekadar memaknai nama gunung ini pun tak mampu. Dan korbannya adalah marjinal yang hanya mencari upah untuk hidup hari ini.

Slamet tak perlu puja-puji.

Musibah berlangsung cepat. Dan pekikan yang terdengar sangat indah. Kendati tampaknya agama tak kunjung mampu membentuk akhlakul karim. Yang berbaju bagus, duduk dengan mulut berbusa, memberikan harapan tentang surga. Jelata tersimpuh, seolah patuh, dalam keputusasaan sosial. Sisi lain, yang gagah penuh kuasa, tak kunjung mampu menahan nafsu rakusnya.

Panjang mitologi tentang Pertiwi yang kini jadi ajang komoditi. Bahkan kami tak punya taji. Swargantara, Dirgantara, Nusantara, Indonesia Radja, dan Indonesia Rayamu hanya jadi pasar. Riuh penjual dan pembeli, dikuasai oleh makelar. Beragama bertuhankan uang, bernabikan busana.

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Langkah Awal Ketua Baru DPRD Banyumas: Hentikan Praktik Rangkap Jabatan

Selanjutnya

Perkara Hogi Minaya Usai, Tapi Pertanyaan Besar Tentang Keadilan dan Stigma Masih Menggantung

TERBARU

Perkara Hogi Minaya Usai, Tapi Pertanyaan Besar Tentang Keadilan dan Stigma Masih Menggantung

Perkara Hogi Minaya Usai, Tapi Pertanyaan Besar Tentang Keadilan dan Stigma Masih Menggantung

Rabu, 4 Februari 2026

SLAMET

SLAMET

Rabu, 4 Februari 2026

Langkah Awal Ketua Baru DPRD Banyumas: Hentikan Praktik Rangkap Jabatan

Langkah Awal Ketua Baru DPRD Banyumas: Hentikan Praktik Rangkap Jabatan

Rabu, 4 Februari 2026

POPULER BULAN INI

Kades Sudimara Beberkan Polemik Lokasi Puskesmas 2 Cilongok

Kades Sudimara Beberkan Polemik Lokasi Puskesmas 2 Cilongok

Selasa, 3 Februari 2026

Polemik Puskesmas 2 Cilongok, Anang Kostrad Dorong Pembangunan Puskesmas 3

Polemik Puskesmas 2 Cilongok, Anang Kostrad Dorong Pembangunan Puskesmas 3

Selasa, 3 Februari 2026

MA Kabulkan Kasasi JPU Banyumas, Kades Suro dan Warga Divonis 8 Bulan Penjara

MA Kabulkan Kasasi JPU Banyumas, Kades Suro dan Warga Divonis 8 Bulan Penjara

Senin, 2 Februari 2026

Selanjutnya
Perkara Hogi Minaya Usai, Tapi Pertanyaan Besar Tentang Keadilan dan Stigma Masih Menggantung

Perkara Hogi Minaya Usai, Tapi Pertanyaan Besar Tentang Keadilan dan Stigma Masih Menggantung

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com