Pada akhir 1970-an, dunia musik diguncang badai punk rock yang penuh keangkuhan dan pemberontakan. Di tengah gelombang itu, lahirlah Sex Pistols, band asal London yang mengubah wajah musik rock dan mengguncang fondasi industri musik.
Terbentuk pada 1972 dengan formasi Johnny Rotten (vokal), Steve Jones (gitar), Paul Cook (drum), dan Glen Matlock (bass), Sex Pistols segera menjadi ikon utama gerakan punk Inggris. Mereka hadir sebagai simbol perlawanan terhadap arus utama musik rock.
Album Legendaris
Tahun 1977, Sex Pistols merilis satu-satunya album studio penuh mereka, Never Mind the Bollocks, Here’s the Sex Pistols. Album ini memicu kontroversi lewat lirik provokatif dan sikap anti-establishment dalam lagu seperti God Save the Queen dan Anarchy in the U.K.. Meski dilarang di berbagai tempat, album ini menjadi tonggak sejarah punk rock.
Johnny Rotten dan Sid Vicious
Johnny Rotten tampil sebagai wajah ikonik dengan gaya panggung provokatif. Sementara itu, pergantian Glen Matlock dengan Sid Vicious pada 1978 membawa dinamika baru sekaligus kekacauan. Namun, perjalanan band berakhir di tahun yang sama setelah tur terakhir di Amerika Serikat. Sid Vicious kemudian meninggal pada 1979 akibat overdosis heroin.
Meski karier mereka singkat, pengaruh Sex Pistols tetap abadi. Mereka membuka jalan bagi band punk dan post-punk lain, serta mengilhami gerakan musik independen dengan energi tinggi dan sikap anti-authority.

Pada 1996, Sex Pistols kembali ke panggung lewat reuni, membuktikan bahwa semangat punk rock tetap hidup meski tanpa Sid Vicious.
Sex Pistols bukan sekadar band, melainkan gerakan. Dengan musik provokatif dan sikap pemberontakan terhadap norma sosial, mereka memperkenalkan dunia pada keganasan punk rock. Warisan mereka terus bergema, membuktikan bahwa satu teriakan bisa mengubah industri musik selamanya.
Angga Saputra
