INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • BANYUMAS RAYA
  • LAINNYA
    • CATATAN REDAKSI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Daun Kratom Jadi Perbincangan, Antara Manfaat dan Kontroversi

Daun Kratom Jadi Perbincangan, Antara Manfaat dan Kontroversi

Daun kratom. Foto : BRIN.

Minggu, 1 Februari 2026

Daun kratom (Mitragyna speciosa) kini tengah menjadi sorotan publik. Tanaman herbal asal Asia Tenggara ini ramai diperbincangkan karena klaim manfaat kesehatan yang diyakini sebagian masyarakat, sekaligus kontroversi terkait efek samping dan potensi ketergantungan.

Dilansir dari berbagai sumber, Kratom merupakan tanaman yang masih satu keluarga dengan kopi dan banyak ditemukan di Thailand, Malaysia, serta Indonesia. Sejak lama, masyarakat memanfaatkan daun kratom kering untuk diseduh menjadi teh atau diolah menjadi suplemen.

Manfaat dan Kandungan

Daun kratom dipercaya memiliki efek analgesik, stimulan, hingga membantu mengatasi kecanduan opioid. Kandungan alkaloid di dalamnya, seperti mitragynine dan 7-hydroxymitragynine, disebut memiliki kekuatan pereda nyeri yang tinggi. Selain itu, kratom juga diyakini dapat meningkatkan energi, suasana hati, hingga berpotensi sebagai antidepresan.

Cara Konsumsi

Masyarakat mengonsumsi kratom dengan berbagai cara, mulai dari mengunyah langsung, menyeduh sebagai teh, hingga mengolahnya menjadi bubuk atau kapsul.

Risiko Efek Samping

Meski memiliki manfaat, penggunaan kratom tidak lepas dari risiko. Konsumsi dalam dosis besar dapat menimbulkan efek samping seperti mual, sembelit, gatal, pusing, hingga kerusakan hati. Penggunaan jangka panjang juga berpotensi menimbulkan gejala penarikan, seperti nyeri otot, agresi, dan gangguan tidur.

Selain itu, kratom dapat menimbulkan efek memabukkan. Pada dosis rendah, kratom bekerja mirip kafein dengan meningkatkan energi dan mood. Namun, pada dosis tinggi, efek psikoaktifnya menyerupai opioid yang berpotensi menyebabkan ketergantungan.

Penelitian Masih Terbatas

Meski telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional di Asia Tenggara, penelitian ilmiah mengenai manfaat dan keamanan kratom masih terbatas. Para ahli menekankan agar masyarakat tidak menjadikan kratom sebagai pengobatan utama dan tetap berhati-hati terhadap risiko efek samping. (Angga Saputra)

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Hari Jadi ke-455 Banyumas: Tradisi, Kirab Pusaka, hingga Lomba Jurnalistik

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • BANYUMAS RAYA
  • LAINNYA
    • CATATAN REDAKSI

© 2021 indiebanyumas.com