BANYUMAS – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Banyumas menggelar sosialisasi bahaya narkoba kepada 617 siswa-siswi dan guru SMK Swagaya 1 Purwokerto, Senin (19/1). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya gencar pencegahan peredaran dan penyalahgunaan narkotika (P4GN) di lingkungan pendidikan.
Acara yang berlangsung dari pukul 07.15 hingga 08.15 WIB ini dihadiri oleh Kepala Sekolah Jumari, S.Pd., M.Pd., beserta jajaran Satresnarkoba Polresta Banyumas, termasuk Wakasat Iptu Agung Setiawan yang bertindak sebagai narasumber utama.
Dalam paparannya, Iptu Agung Setiawan mengungkap berbagai modus peredaran narkoba yang kerap menyasar generasi muda. Ia menegaskan dampak buruk penyalahgunaan narkotika, mulai dari gangguan kesehatan fisik dan mental, hancurnya masa depan pribadi, hingga risiko kematian.
“Penyalahgunaan narkoba tidak hanya merusak individu, tetapi juga masa depan bangsa. Kami ingin para siswa memahami betul bahaya ini dan memiliki ketahanan diri yang kuat,” tegas Agung di hadapan peserta.
Sosialisasi tidak hanya terbatas pada teori. Para pelajar juga diperkenalkan secara langsung dengan contoh-contoh narkoba yang beredar di wilayah Kabupaten Banyumas. Tujuannya agar mereka memiliki gambaran konkret dan mampu mengenali serta menghindari barang haram tersebut.
Kapolresta Banyumas, Kombes Pol Dr. Ari Wibowo, S.I.K., M.H., melalui Kasat Resnarkoba Kompol Willy Budiyanto, S.H., M.H., menegaskan bahwa kegiatan ini adalah langkah preventif strategis.
“Pencegahan sejak dini adalah kunci. Kami berharap para siswa memiliki kesadaran, pengetahuan, dan keberanian untuk tegas menolak narkoba, serta aktif melindungi diri dan lingkungannya dari ancaman narkotika,” ujar Willy.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari pihak sekolah. Diharapkan, dengan pemahaman yang lebih baik, para pelajar dapat menjadi agen perubahan dan duta anti-narkoba di lingkungan mereka masing-masing. (Yoga Cokro)


