INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Kawasan Industri Banyumas Digarap Serius, DPRD Cari Arahan ke Pemerintah Pusat

Kawasan Industri Banyumas Digarap Serius, DPRD Cari Arahan ke Pemerintah Pusat

DPRD Banyumas mendatangi Direktorat Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian di Jakarta, Kamis (28/11/2025) siang.

Jumat, 28 November 2025

JAKARTA – Mimpi Kabupaten Banyumas untuk memiliki kawasan industri yang modern kini mulai dikerjakan secara terstruktur. Tidak ingin hanya menjadi wacana, jajaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banyumas memilih langsung berkonsultasi dengan pemerintah pusat untuk memastikan regulasi serta pelaksanaannya berjalan tepat sasaran.

Dipimpin Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPRD Banyumas, Imam Ahfas, rombongan tersebut mendatangi Direktorat Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian di Jakarta, Kamis (28/11/2025) siang.

Langkah ini ditempuh menyusul hadirnya Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 Tahun 2025 yang memperluas alokasi lahan untuk kawasan industri secara signifikan. Dalam paparannya, Imam Ahfas menyebut regulasi baru ini merupakan pembaruan dari Perda sebelumnya.

“Perda ini memang pembaruan dari Perda Nomor 10 Tahun 2011 yang tadinya kawasan industri direncanakan sekitar 580 hektare. Nah, Perda Nomor 10 Tahun 2025 menetapkan sekitar 1.485 hektare,” jelas Imam Ahfas.

Andalkan Ekspor Gula Kristal

Dalam forum tersebut, Imam Ahfas turut memaparkan potensi unggulan Banyumas yang telah menembus pasar ekspor. Produk berbahan baku kelapa menjadi komoditas utama yang dinilai bisa berkembang pesat jika didukung ekosistem industri terpadu.

“Ciri industri khas Banyumas yang hari ini sudah melakukan ekspor, yaitu gula kristal. Ini memang yang paling banyak. Bahannya dari gula, seperti gula Jawa atau gula kelapa. Kemudian ada juga kayu olahan,” ungkapnya.

Imam Ahfaz

Imam menegaskan, kunjungan ini merupakan langkah awal untuk memperoleh pendampingan dari Kemenperin. Pihaknya ingin memastikan bahwa pengembangan lahan industri berskala besar tidak menabrak aturan dan dapat berjalan sesuai standar nasional.

“Kami hadir ini pertama dalam rangka konsultasi pendampingan, karena ini sesuatu yang agak baru di Banyumas,” tambahnya.

Kemenperin: Bedakan Zonasi dan Kawasan Industri

Menanggapi hal tersebut, Direktur Perwilayahan Industri Kemenperin, Winardi, mengapresiasi inisiatif DPRD Banyumas. Namun ia menekankan pentingnya memahami perbedaan antara zona industri dalam tata ruang dan kawasan industri yang memiliki badan pengelola.

Sering terjadi kekeliruan ketika daerah menganggap bahwa penetapan area berwarna kuning dalam RTRW sudah otomatis menjadi kawasan industri. Padahal, penetapan tersebut baru sebatas Kawasan Peruntukan Industri (KPI), bukan kawasan industri yang sesungguhnya.

“Sementara kawasan industri berdasarkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian adalah tempat pemusatan kegiatan industri yang dikelola dan dikembangkan oleh perusahaan kawasan industri. Jadi ada pengelolanya Pak, ada badan usahanya,” tegas Winardi.

Ia menambahkan, agar Banyumas benar-benar dapat mengembangkan kawasan industrinya, maka harus ada badan pengelola yang memiliki Izin Usaha Kawasan Industri (IUKI). Tanpa itu, lahan seluas 1.485 hektare tersebut hanya akan menjadi deretan pabrik tanpa fasilitas terpadu dan sistem pengelolaan yang jelas.

Kemenperin berharap langkah DPRD Banyumas ini menjadi awal dari pengembangan kawasan industri yang profesional dan berkelanjutan, sehingga mampu mendorong investasi serta pertumbuhan ekonomi daerah. (Angga Saputra)

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

LIBERALISASI KEUANGAN ITU TRAGEDI

Selanjutnya

Banyumas Butuh Dukungan Pusat Sukseskan Kawasan Industri

POPULER BULAN INI

Sekda Banyumas: Pemkab Tunggu Surat Resmi DPRD Soal Tunjangan

Sekda Banyumas Buka Suara soal Polemik Lelang Parkir GOR Satria: Pemenang Bukan Sekadar Penawar Tertinggi

Kamis, 26 Februari 2026

PT Solusi Parkir Nusantara Menang Kerjasama Pengelolaan Parkir GOR Satria Purwokerto

Lelang Parkir GOR Satria: Sanggahan PT AKAS Gugur Hanya Gegara Salah Alamat

Kamis, 26 Februari 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Kamis, 26 Februari 2026

TERBARU

Sumitronomics, Negara Pancasila, Pasar, dan Sebuah Keyakinan (1)

M.H. THAMRIN: DI ATAS MIMBAR VOLKSRAAD DI BAWAH LANGIT KEMERDEKAAN

Senin, 15 Juni 2026

Jazz Menyatu Alam, BRI Jazz Gunung Slamet 2026 Usung Tema Wisata Destinasi

Jazz Menyatu Alam, BRI Jazz Gunung Slamet 2026 Usung Tema Wisata Destinasi

Senin, 15 Juni 2026

Damai, Kades dan Perangkat Klapagading Kulon Banyumas Akhiri Konflik

Damai, Kades dan Perangkat Klapagading Kulon Banyumas Akhiri Konflik

Senin, 15 Juni 2026

Selanjutnya
Banyumas Butuh Dukungan Pusat Sukseskan Kawasan Industri

Banyumas Butuh Dukungan Pusat Sukseskan Kawasan Industri

Belajar dari Cirebon dan Cilacap, DPRD Banyumas Ingatkan Risiko Gagalnya Kawasan Industri

Belajar dari Cirebon dan Cilacap, DPRD Banyumas Ingatkan Risiko Gagalnya Kawasan Industri

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com