INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Tanoto Foundation dan Pemkab Banyumas Perpanjang Kolaborasi Penanganan Stunting hingga 2028

Tanoto Foundation dan Pemkab Banyumas Perpanjang Kolaborasi Penanganan Stunting hingga 2028

Kolaborasi Pemkab Banyumas dan Tanoto Foundation dalam upaya penanganan stunting resmi diperpanjang hingga tahun 2028. (istimewa)

Kamis, 21 Agustus 2025

BANYUMAS – Kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas dan Tanoto Foundation dalam upaya penanganan stunting resmi diperpanjang hingga tahun 2028. Kesepakatan tersebut terungkap dalam pertemuan antara pihak Tanoto Foundation dan Bupati Banyumas, Kamis (21/8/2025), di Ruang Joko Kaiman.

Regional Lead Wilayah Jawa Tanoto Foundation, Anang Ainur Rozikin, menyampaikan bahwa kerja sama yang dimulai sejak 2022 akan berlanjut selama tiga tahun ke depan.

“Tahun 2025 ini kami kembali berkolaborasi dengan Pemkab Banyumas. Setelah periode 2022–2025, kerja sama ini diperpanjang hingga 2028 untuk memperkuat upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting,” ujar Anang.

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertisement Advertisement Advertisement

Tiga Fokus Strategis

Anang menjelaskan, ada tiga fokus utama dalam program kolaboratif ini:

1. Peningkatan Kapasitas SDM:

Tanoto Foundation akan melatih tokoh masyarakat dari berbagai elemen agar lebih aktif dalam menyosialisasikan pentingnya pencegahan stunting.

“Kami ingin membentuk kesadaran kolektif melalui pelatihan aksi konvergensi, agar tokoh-tokoh lokal dapat menyampaikan pesan pencegahan stunting secara masif,” jelasnya.

2. Efektivitas dan Efisiensi Anggaran:

Kolaborasi ini juga bertujuan mengoptimalkan penggunaan anggaran yang telah dialokasikan oleh Pemkab Banyumas.

“Kami mengapresiasi komitmen anggaran dari Pemkab. Selanjutnya, kami akan bantu menyusun perencanaan agar anggaran tersebut benar-benar berdampak maksimal,” kata Anang.

3. Penguatan Pengelolaan Data:

Data yang tersebar di tingkat kabupaten akan dikelola lebih baik di tingkat desa sebagai dasar perencanaan program.

“Data adalah fondasi utama untuk merancang dan mengembangkan program strategis. Kami akan bantu agar data di desa bisa menjadi penggerak kebijakan,” tambahnya.

Anang berharap, melalui pendampingan intensif, angka stunting di Banyumas yang saat ini berada di angka 19,6% dapat ditekan lebih rendah dalam tiga tahun ke depan.

Komitmen Pemkab Banyumas

Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menyambut baik kelanjutan kolaborasi ini. Ia menegaskan bahwa penanganan stunting membutuhkan sinergi lintas sektor.

“Kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk lembaga non-pemerintah, sangat penting. Stunting bukan hanya isu kesehatan, tapi juga tanggung jawab sosial dalam menyiapkan generasi yang sehat dan berkualitas,” ujar Sadewo.

Ia juga menyoroti pentingnya program Rembuk Stunting sebagai ruang bersama untuk menyusun langkah konkret penurunan prevalensi stunting.

Mengacu pada data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024, prevalensi stunting di Banyumas tercatat sebesar 19,6%, lebih tinggi dari rata-rata Provinsi Jawa Tengah yang berada di angka 17,1%.

Sadewo turut menekankan pentingnya Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting), sebuah gerakan kolaboratif yang melibatkan pemerintah, swasta, tokoh masyarakat, dan individu untuk menjadi orang tua asuh bagi anak-anak berisiko stunting.

“Dukungan bisa berupa edukasi, bantuan nutrisi, akses air bersih, hingga pendampingan psikososial. Ini bukan sekadar memberi, tapi wujud kepedulian aktif dalam membentuk generasi Banyumas yang unggul,” pungkasnya. (Angga Saputra)

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Kominda Banyumas Gelar Rakor, Bahas Isu Strategis Keamanan Daerah

Selanjutnya

Pasang Plang ‘Tanah Sengketa’, Ahli Waris Lapangan Besar Cilongok: Bentuk Ekspresi Perlawanan

Eric Erlangga: Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1447H

TERBARU

Kita Ramai Bicara, Sedikit Membaca 

TANDA PETIK ITU

Kamis, 12 Maret 2026

Mahasiswa PBI UMP Ikuti Student Mobility di Malaysia

Mahasiswa PBI UMP Ikuti Student Mobility di Malaysia

Kamis, 12 Maret 2026

LPHKHT Muhammadiyah dan Sentra Halal UMP Audit Halal RPU di Banyumas

LPHKHT Muhammadiyah dan Sentra Halal UMP Audit Halal RPU di Banyumas

Kamis, 12 Maret 2026

POPULER BULAN INI

Angin Puting Beliung Terjang Cilongok, 27 Rumah Rusak

Angin Puting Beliung Terjang Cilongok, 27 Rumah Rusak

Minggu, 22 Februari 2026

Rp3,3 Miliar Ditolak, PT AKAS Gugat Tender Parkir GOR Satria

Rp3,3 Miliar Ditolak, PT AKAS Gugat Tender Parkir GOR Satria

Senin, 23 Februari 2026

SMPN 10 Purwokerto Minta Ganti Dapur MBG, FMP2M Soroti Menu Monoton dan Dugaan Selisih Anggaran

SMPN 10 Purwokerto Minta Ganti Dapur MBG, FMP2M Soroti Menu Monoton dan Dugaan Selisih Anggaran

Selasa, 3 Maret 2026

Selanjutnya
Pasang Plang ‘Tanah Sengketa’, Ahli Waris Lapangan Besar Cilongok: Bentuk Ekspresi Perlawanan

Pasang Plang 'Tanah Sengketa', Ahli Waris Lapangan Besar Cilongok: Bentuk Ekspresi Perlawanan

DI ATAS BENDERA INDONESIA INCORPORATED

SEKALI LAGI: INVESTASI (ASING) ADALAH INVASI

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com