INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Pemkab Banyumas Soroti Perlindungan Jaminan Sosial di Tengah Tingginya Kecelakaan Kerja Penderes

Ironi Gula Kristal Banyumas: Ekspor Manis, Nasib Penderes Belum Terjamin

Seorang Penderes di Desa Cilongok Kecamatan sedang menyadap nira di perkebunan. (Foto : Angga Saputra)

Jumat, 8 Agustus 2025

BANYUMAS — Tingginya angka kecelakaan kerja yang menimpa para penderes nira di Kabupaten Banyumas menjadi perhatian serius pemerintah dan pegiat sosial. Menanggapi hal ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas menegaskan pentingnya jaminan sosial bagi para penderes.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Banyumas, Wahyono, menyatakan bahwa penderes yang terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan akan mendapatkan jaminan jika mengalami kecelakaan kerja. Namun, ia menekankan pentingnya pendataan dan kerja sama antara penderes dengan eksportir atau pengusaha.

“Kalau masuk BPJS Ketenagakerjaan pasti dijamin. Penting untuk memastikan apakah mereka sudah terdaftar,” ujar Wahyono.

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertisement Advertisement Advertisement

Ia menambahkan bahwa sebagian penderes masih mengandalkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) untuk perlindungan kesehatan.
Wahyono juga menyinggung upaya Pemkab Banyumas di masa Bupati Achmad Husein untuk menerapkan safety belt. Namun, inisiatif ini tidak berjalan maksimal karena penderes enggan menggunakannya dengan alasan “ribet”.

Bantuan Sosial dan Upaya Pencegahan

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsospermandes), Arif Triyanto, menjelaskan bahwa Pemkab Banyumas menyediakan bantuan sosial (bansos) bagi penderes yang belum terdaftar dalam jaminan sosial. Pengajuan bansos dilakukan tahun ini untuk usulan tahun depan.

“Nilai bansos bagi penderes yang mengalami kecelakaan sebesar Rp 10 juta, sementara untuk yang meninggal dunia sebesar Rp 5 juta,” kata Arif.

Sebelumnya, tujuh penderes di Kecamatan Cilongok mengalami kecelakaan kerja dalam kurun waktu kurang dari sebulan.

Pegiat sosial, Yuni Hasta, mengungkapkan keprihatinannya karena minimnya perlindungan sosial yang diterima penderes.

Melihat kondisi tersebut, aktivis sosial Tri Agus Triono merintis inovasi alat keselamatan kerja berupa safety belt penderes. Alat ini didesain agar ringan dan efisien, sehingga mudah digunakan oleh penderes.

Tri Agus, yang akrab disapa Yono, menekankan pentingnya pendekatan preventif. Ia menyebut program ini sebagai Zero Incident, yaitu pencegahan kecelakaan sebelum terjadi.

“Ngapain menunggu orang celaka dulu baru dapat santunan. Kita harus cegah dari awal,” tegasnya.

Faktor Penurunan Jumlah Penderes
Tri Agus Triono juga menyoroti penurunan drastis jumlah penderes di Banyumas.

Berdasarkan risetnya, jumlah penderes turun dari 32.000 pada 2017 menjadi sekitar 25.600 orang pada 2021.

  • Menurutnya, ada tiga penyebab utama.
  •  Tingginya angka kecelakaan kerja.
  • Tidak adanya regenerasi.
  • Minimnya peremajaan pohon kelapa.

“Orang tua trauma karena risiko tinggi, sehingga anak-anak lebih memilih bekerja ke luar daerah,” jelasnya.

Tri Agus menambahkan bahwa program Zero Incident ini sempat masuk dalam program kerja Pemkab Banyumas di era Bupati Husein dan sudah disahkan, namun realisasinya masih rendah. (Angga Saputra)

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Perubahan APBD Banyumas 2025: Infrastruktur Jadi Prioritas Utama

Selanjutnya

Dari Meja Hijau ke Hutan Hijau, Peradi SAI Hijaukan Lereng Gunung Slamet

Eric Erlangga: Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1447H

TERBARU

Akhiri Rebutan Air Saat Kemarau, Petani Banjarsari Kidul Dapat Pompa Air dari Adysatria

Akhiri Rebutan Air Saat Kemarau, Petani Banjarsari Kidul Dapat Pompa Air dari Adysatria

Kamis, 5 Maret 2026

Adisatrya Suryo Sulisto Salurkan Bantuan Alsintan untuk 15 Gapoktan di Banyumas

Adisatrya Suryo Sulisto Salurkan Bantuan Alsintan untuk 15 Gapoktan di Banyumas

Kamis, 5 Maret 2026

Keluhan Muncul Saat Ramadan, FMP2M Banyumas Minta Evaluasi Menu MBG

Keluhan Muncul Saat Ramadan, FMP2M Banyumas Minta Evaluasi Menu MBG

Kamis, 5 Maret 2026

POPULER BULAN INI

Angin Puting Beliung Terjang Cilongok, 27 Rumah Rusak

Angin Puting Beliung Terjang Cilongok, 27 Rumah Rusak

Minggu, 22 Februari 2026

Diduga Ditipu Oknum Kolektor, Pedagang Purbalingga Ajukan Laporan ke Polres

Diduga Ditipu Oknum Kolektor, Pedagang Purbalingga Ajukan Laporan ke Polres

Jumat, 6 Februari 2026

Rp3,3 Miliar Ditolak, PT AKAS Gugat Tender Parkir GOR Satria

Rp3,3 Miliar Ditolak, PT AKAS Gugat Tender Parkir GOR Satria

Senin, 23 Februari 2026

Selanjutnya
Dari Meja Hijau ke Hutan Hijau, Peradi SAI Hijaukan Lereng Gunung Slamet

Dari Meja Hijau ke Hutan Hijau, Peradi SAI Hijaukan Lereng Gunung Slamet

Diskusi Publik: Mengupas Tuntas Bahaya Neoliberalisme bagi Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Diskusi Publik: Mengupas Tuntas Bahaya Neoliberalisme bagi Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com