INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Advokat Aan Rohaeni Siap Dampingi Gugatan Class Action Warga Banyumas Terkait Krisis Air

Advokat Aan Rohaeni Siap Dampingi Gugatan Class Action Warga Banyumas Terkait Krisis Air

Aan Rohaeni SH/istimewa

Rabu, 16 April 2025

BANYUMAS – Advokat Aan Rohaeni SH  menyatakan kesiapannya mendampingi warga Banyumas yang berencana mengajukan gugatan class action terhadap Perumdam Tirta Satria. Gugatan ini merupakan respons atas krisis air bersih yang kerap melanda sejumlah kawasan perkotaan di Banyumas.

Aan menawarkan pendampingan hukum secara pro bono, dengan syarat warga bersedia menjadi Penggugat Perwakilan Kelompok dan tidak mengundurkan diri selama proses hukum berlangsung.

“Kantor kami siap menjadi kuasa hukum penggugat class action secara pro bono, tapi syaratnya teman-teman harus bersedia menjadi perwakilan kelompok dan tidak mundur di tengah jalan,” ujar Aan melalui sebuah grup percakapan publik, Rabu (16/4/2025).

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertisement Advertisement Advertisement

Ia menargetkan setidaknya 100 warga untuk mengisi daftar nama yang akan diajukan sebagai penggugat. Setelah daftar terpenuhi, gugatan akan segera didaftarkan ke pengadilan.

Aan juga menyampaikan kritik kepada Pemerintah Kabupaten Banyumas, khususnya kepada Bupati, untuk segera mengambil tindakan terhadap manajemen Perumdam Tirta Satria. Menurutnya, pelayanan air bersih oleh perusahaan daerah tersebut selama ini buruk dan tidak menunjukkan perbaikan signifikan.

“Kalau Perumdam Tirta Satria digugat, maka Bupati sebagai kepala daerah dan DPRD juga akan ikut ditarik sebagai pihak. Jika manajemennya tidak segera diganti dengan orang-orang profesional, Pemda akan menjadi sasaran kekecewaan masyarakat,” tegas Aan.

Rencana gugatan class action ini mencuat akibat buruknya pelayanan air yang terus berulang, khususnya di wilayah perkotaan. Warga juga menyoroti lambannya respons dan minimnya perubahan dari pihak Perumdam, meski kritik dan keluhan sudah disuarakan selama bertahun-tahun.

“Air itu hajat hidup orang banyak. Jika tidak segera diselesaikan, maka citra pemerintah juga yang akan terdampak. Ini sudah keterlaluan,” tambahnya.

Kekecewaan warga semakin memuncak setelah pasokan air di Perumahan Puri Hijau terputus sejak Selasa (15/4) dan belum kembali mengalir hingga Rabu pagi (16/4). Upaya warga menghubungi hotline PDAM pun disebut tak mendapat respons.

“Masalah air ini sangat sensitif. Kami tidak bisa mandi, ini membuat emosi. Setidaknya kirim bantuan air dalam 1 x 24 jam,” keluh Aan.

Tanggapan Perumdam Tirta Satria

Menanggapi keluhan tersebut, Direktur Utama Perumdam Tirta Satria, Agus Subali, menjelaskan bahwa gangguan distribusi air disebabkan oleh kebocoran pipa utama, sehingga aliran air tidak sampai ke pelanggan.

“Sejak kemarin siang, tim kami langsung melakukan perbaikan, dan pekerjaan selesai pada sore hingga menjelang malam. Setelah itu, kami lanjutkan dengan proses normalisasi dan pengaturan aliran agar distribusi air kembali lancar dan merata,” jelas Agus.

Ia menambahkan bahwa hingga saat ini petugas masih berada di lapangan untuk memastikan proses normalisasi berjalan dengan baik. Ia pun membantah tudingan bahwa pihaknya tidak memberikan respons.

“Tim kami terus bekerja sejak kemarin. Proses normalisasi memang memerlukan waktu. Kami mohon maaf karena belum bisa menyelesaikannya secara cepat,” ujarnya.

Agus juga menyebut bahwa proses pemulihan aliran harus dilakukan secara hati-hati untuk mencegah risiko pecahnya pipa secara beruntun, yang justru dapat memperpanjang masa gangguan.

“Kami mohon pengertian dari masyarakat. Kami berkomitmen untuk mengupayakan pemulihan secepat mungkin agar aliran air kembali normal,” tutupnya. (Angga Saputra)

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Efisiensi Anggaran Pemerintah Mulai Pengaruhi Industri Hotel dan Restoran di Banyumas

Selanjutnya

Ironi Gula Kristal Banyumas: Ekspor Manis, Nasib Penderes Belum Terjamin

Eric Erlangga: Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1447H

TERBARU

Bermain Air di Muara Luk Ulo, Bocah SD di Kebumen Hilang Terseret Arus

Hari Kedua Pencarian Anak Tenggelam di Muara Luk Ulo Masih Nihil

Sabtu, 7 Maret 2026

Peringatan untuk SPPG Usai Penolakan MBG di Sokaraja : Jangan Semena-mena!

Peringatan untuk SPPG Usai Penolakan MBG di Sokaraja : Jangan Semena-mena!

Sabtu, 7 Maret 2026

KAI Daop 5 Purwokerto Luncurkan Promo Ramadan Festive, Tiket Diskon hingga Flash Sale

KAI Daop 5 Purwokerto Luncurkan Promo Ramadan Festive, Tiket Diskon hingga Flash Sale

Sabtu, 7 Maret 2026

POPULER BULAN INI

Angin Puting Beliung Terjang Cilongok, 27 Rumah Rusak

Angin Puting Beliung Terjang Cilongok, 27 Rumah Rusak

Minggu, 22 Februari 2026

Rp3,3 Miliar Ditolak, PT AKAS Gugat Tender Parkir GOR Satria

Rp3,3 Miliar Ditolak, PT AKAS Gugat Tender Parkir GOR Satria

Senin, 23 Februari 2026

SMPN 10 Purwokerto Minta Ganti Dapur MBG, FMP2M Soroti Menu Monoton dan Dugaan Selisih Anggaran

SMPN 10 Purwokerto Minta Ganti Dapur MBG, FMP2M Soroti Menu Monoton dan Dugaan Selisih Anggaran

Selasa, 3 Maret 2026

Selanjutnya
Ironi Gula Kristal Banyumas: Ekspor Manis, Nasib Penderes Belum Terjamin

Ironi Gula Kristal Banyumas: Ekspor Manis, Nasib Penderes Belum Terjamin

Polisi Ringkus Tiga Tersangka Penganiayaan yang Tewaskan Warga Pliken Kembaran

Polisi Ringkus Tiga Tersangka Penganiayaan yang Tewaskan Warga Pliken Kembaran

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com