INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

MANUSKRIP ATLANTIS

Jumat, 1 Maret 2024

Prof Yudhie Haryono PhD
Rektor Universitas Nusantara

Terjadilah apa yang harus terjadi. Terberkati apa yang harus diberkati. Lalu, mereka bertanya, “apa itu atlantis studies?” Sebelum menjawab pertanyaan itu, mari kusampaikan tesa. Demi masa depan. Masa lalu yang menjeniuskan masa kini. Pun, masa kini yang memartabatifkan masa depan. Inilah sejarah yang tak dikisahkan. Inilah kunci-kunci yang telat disampaikan. Dus, membaca, meneliti, menuliskan dan membuatnya sebagai kurikulum adalah keniscayaan.

Tentu saja, ini tindakan subversif ilmu pengetahuan. Ini revolusi saint yang menantang dan menggiurkan. Hanya para jenius yang berani melakukan.

Manuskrip itu mengisahkan bahwa pada puncaknya, Atlantis adalah peradaban zaman keemasan yang mulia, dengan tentara dan armada yang kuat. Tentara yang membela rakyatnya: bukan centeng oligark apalagi kolonial. Peradaban yang kaya akan sumber daya alam dan kaya dari perdagangan bangsa-bangsa di dunia.

Inilah peradaban kesederajatan yang berada di antara sungai dan pegunungan; disemai dalam kepercayaan pada hal ghaib; dimodernkan oleh spiritual dan percaya pada kejuangan; dipenuhi keanekaragaman hayati; dicukupkan dengan keberlimpahan moral dan akhlak memberi.

Di benua yang penuh tumbuhan, materi, sinar mentari, udara yang bersahabat, dan malam yang romantis, mereka membangun peradaban yang berkembang pesat. Integrasi tempat tinggalnya mereplikasi theo-antro-eco centris. Mereka juga menemukan dan menggunakan ilmu-ilmu yang berkembang canggih dan mempertinggi kemanusiaan.

Penemuan budaya leluhur dan filosofinya pada akhirnya memperkaya manusia Atlantis menjadi manusia spiritualis yang menyebarkannya ke seluruh dunia. Inilah benua asal muasal agama.

Manuskrip itu mengisahkan soal penting. Soal surga di timur yang beriklim tropis penuh dengan segala jenis keindahan dan kekayaan: daratan-daratan yang luas dan ladang-ladang yang indah, lembah dan gunung-gunung; batu-batu permata dan logam dari berbagai jenis; kayu-kayu wangi, wewangian, dan bahan celup yang sangat tinggi nilainya; sungai-sungai, danau-danau, dan irigasi yang melimpah; pertanian yang paling produktif; istana-istana bertabur emas, tembok perak, dan benteng; gajah dan segala jenis binatang buas yang sangat beragam.

Benua yang hilang karena bencana alam dan dekadensi moral penghuninya. Benua yang mewariskan prototipe makhluk manusia sempurna yang seluruh hidupnya memanusiakan sekitarnya. Apakah ajaran utamanya? Lima wawasan dalam lima kejuangan.

Pertama, wawasan keberlimpahan energi. Ini lahir dari trilyunan kekayaan rempah, herbal, emas dan nuklir. Kedua, wawasan keberlimpahan spiritual. Ini lahir dari milyaran kejadian bencana alam yang menaklukan mereka. Ketiga, wawasan keberlimpahan persatuan. Ini lahir dari jutaan peristiwa kehancuran masa lalu akibat konflik yang tak berujung pada kebaikan bersama. Keempat, wawasan keberlimpahan kepemimpinan musyawarah. Ini lahir dari ratusan peristiwa berdarah yang melelapkan para penguasa atas godaan tahta, harta dan lawan jenis. Kelima, wawasan keberlimpahan keadilan sosial. Ini lahir dari puluhan peristiwa pembrontakan sesama akibat tindakan semena-mena.

Mereka merumuskan nilai-nilai itu setelah menyadari dan mengalami sendiri bahwa peradabannya tidak hidup di semesta material saja, tetapi juga di semesta energi yang dinamis plus rangkaian ujian alam serta kerakusan agensi yang tidak tak terpikirkan.

Yang abadi hanya dia dan peristiwa. Yang lainnya fana dan punah. Demikian pula sejarah Atlantis, secara artefak. Dari maknanya, ia berasal dari bahasa sanskrit: Atala yang berarti surga yang suci. Sorga yang hilang, kesucian yang terbang.

Akankah kita akan mereplikasi nilai-nilainya demi masa depan berkeadaban? Kalianlah subjeknya; aku makmumnya saja.(*)

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Bawaslu Putuskan Zulhas Melakukan Pelanggaran Pemilu 2024

Selanjutnya

Belum Ramadhan, Harga Beras Masih Terus Naik

POPULER BULAN INI

Sekda Banyumas: Pemkab Tunggu Surat Resmi DPRD Soal Tunjangan

Sekda Banyumas Buka Suara soal Polemik Lelang Parkir GOR Satria: Pemenang Bukan Sekadar Penawar Tertinggi

Kamis, 26 Februari 2026

PT Solusi Parkir Nusantara Menang Kerjasama Pengelolaan Parkir GOR Satria Purwokerto

Lelang Parkir GOR Satria: Sanggahan PT AKAS Gugur Hanya Gegara Salah Alamat

Kamis, 26 Februari 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Kamis, 26 Februari 2026

TERBARU

Korban Tenggelam di Curug Rambukasang Ditemukan Meninggal Dunia

Korban Tenggelam di Curug Rambukasang Ditemukan Meninggal Dunia

Senin, 1 Juni 2026

Remaja Tenggelam di Pantai Entak Belum Juga Ditemukan, Tim SAR Sisir 3 Mil Laut hingga 2,5 Km Daratan

Remaja Tenggelam di Pantai Entak Belum Juga Ditemukan, Tim SAR Sisir 3 Mil Laut hingga 2,5 Km Daratan

Senin, 1 Juni 2026

UGM Kembangkan Teknologi Evaporator dan Kristalisator di Banyumas, Solusi Tingkatkan Mutu Gula Semut untuk Pasar Ekspor

UGM Kembangkan Teknologi Evaporator dan Kristalisator di Banyumas, Solusi Tingkatkan Mutu Gula Semut untuk Pasar Ekspor

Senin, 1 Juni 2026

Selanjutnya

Belum Ramadhan, Harga Beras Masih Terus Naik

BPS Ramal Produksi Beras Indonesia tembus 10,71 juta ton dari Januari 2024 hingga April 2024

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com