PILPRES, indiebanyumas.com– Zannuba Ariffah Chafsoh (Yenny Wahid) mengatakan bahwa pasangan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD akan menyamankan ijazah pesantren agar para santri bisa mudah mencari kerja.
Putri Presiden keempat Abdurrahman Wahid atau dikenal Gus Dur itu menjelaskan, selama ini masih ada ijazah pesantren yang tidak diakui pemerintah. Hal itu menjadi sebab banyak lulusan Ponpes kesulitan dalam mencari pekerjaan.
Pernyataam itu disampaikan Yenny Wahid saat menghadiri istighosah akbar sekaligus menyosialisasikan Ganjar-Mahfud di Pondok Pesantren Assalafiah Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Jumat 1 Desember 2023 malam. Kedatangan Yenny Wahid disambut hangat para kiai dan ratusan santri di Ponpes Assalafiah Babakan.
Dalam kesempatan tersebut, dia menegaskan bahwa capres dan cawapres dari nomor urut 3 paling berkomitmen memajukan pondok pesantren (ponpes).
Ganjar-Mahfud MD, kata dia, memiliki program santri unggul. Di mana, pihaknya juga akan mendorong kewirausahaan di ponpes serta dana kredit khusus untuk pesantren.
Safari politik yang baru pertama kali di Cirebon, kata Yenny, merupakan kesempatan untuk memperkenalkan program milik Ganjar-Mahfud MD.
Bahkan tidak hanya itu, pasangan Ganjar-Mahfud MD juga akan melakukan program satu desa satu puskesmas.
“Jawa Barat suara basis umat Islam atau nahdliyin paling banyak jadi pasangan Ganjar-Mahfud paling berkomitmen majukan pesantren,” ujarnya.
Menurutnya, jika terpilih nanti Ganjar-Mahfud MD akan menyamakan ijazah pesantren bertujuan agar lulusan pesantren tidak kesulitan mencari pekerjaan.
Dewan Penasehat TPN Ganjar-Mahfud itu menilai pasangan Capres Ganjar Pranowo dan Cawapres Mahfud MD yang juga calon nomor urut 3 itu merupakan pimpinan yang bisa bergerak cepat dan melakukan penegakan hukum di Indonesia.
Ia menilai bahwa doa bersama ini diperlukan agar Indonesia diberikan pemimpin yang punya komitmen besar dalam memperjuangkan kesejahteraan masyarakat.