Jadi wakil rakyat merupakan hak setiap orang.Namun demikian, harus dipahami secara mendalam bahwa menjadi wakil rakyat itu adalah sebuah pengabdian atas kepercayaan yang diamanatkan di pundaknya.
Itulah kalimat yang disampaikan Noor Ardiansyah ST, seorang pengusaha muda yang memilih jalan pengabdian yang ia maksud tersebut dengan ikut mencalonkan diri sebagai Caleg dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Noor, maju lewat daerah pemilihan atau Dapil 1 yang meliputi 4 kecamatan di wilayah kota Purwokerto dan Kecamatan Patikraja. Noor yang lahir di Kalibener Purwokerto Selatan ini memperoleh nomor urut 1, dan bersama dirinya juga terdapat 7 caleg lainnya.
Noor mengungkapkan, paradigma penilaian kinerja dewan yang selama ini dianggap sebagai pekerjaan yang santai harus dibuang secara total.
Menurutnya, sudah saatnya sekarang ini para caleg membuka wawasan dan cara berpikir yang jauh lebih pro terhadap masyarakat.
Caleg, kata Noor, harus berani menyampaikan janji untuk dipatuhi ketika sudah duduk di tahtanya, bahwa kinerja lembaga legislatif tidak lain memperjuangkan aspirasi dari amanah yang dipercayakan.
“Karena itulah esensi seorang wakil rakyat, berjuang atas aspirasi yang diamanahkan di pundaknya serta menjalankan ketiga fungsi lembaga secara benar, ” kata Noor.
Noor sudah yakin akan pilihannya untuk ikut berkontestasi memperebutkan kursi di lembaga legislatif. Karena lewat jalan itulah, Noor akan mampu ikut serta dalam mengawasi jalannya roda pemerintahan sebagai salah satu tugas dari wakil rakyat selain legislasi dan budgeting.
“Ketika sudah duduk di parlemen, maka kita akan bertarung untuk mewujudkan apa yang menjadi keinginan masyarakat untuk daerah, hal apa yang harus diperjuangkan serta pengawasan terhadap jalannya roda pemerintahan,” ungkapnya.
Noor yang merupakan bagian dari keluarga besar NU Banyumas memilih PPP sebagai perahu untuk berlabuh karena jiwanya telah menyatu dengan visi dan misi partai berlambang Ka’bah tersebut.
“Terwujudnya masyarakat yang bertaqwa kepada Allah SWT dan negara Indonesia yang adil, makmur, sejahtera, bermoral, demokratis, tegaknya supremasi hukum, penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia (HAM), serta menjunjung tinggi harkat-martabat kemanusiaan dan keadilan sosial yang berlandaskan kepada nilai-nilai ke-Islaman”
Itulah Visi PPP yang begitu menyatu dalam sosok Noor Ardiansyah.
PPP mempunyai platform yang dibagi dalam beberapa bidang, seperti dalam bidang ekonomi, yang mana PPP lebih menekankan pada konsep ekonomi kerakyatan. Itulah yang selama ini menjadi harapan atas jalannya roda pemerintahan dalam memperhatikan kesejahteraan masyarakatnya.
Kemudian, dalam kontek penegakkan supremasi hukum, Noor menyebutkan bahwa PPP akan selalu menjunjung tinggi supremasi hukum dalam upaya pemberantasan KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme), penguatan institusi dan instrumen penegak hukum serta selalu ikut aktif dalam pembaharuan hukum nasional.
Sedangkan disektor sosial, PPP selalu berkomitmen untuk terus mewujudkan kehidupan sosial yang religius dan bermoral dengan menghilangkan budaya kekerasan dan mengembangkan nilai-nilai sosial budaya.
PPP kata Noor, juga memiliki tekad menawarkan jalan keluar dalam pembangunan yang berkeadilan di Indonesia yaang dirumuskan secara sederhana tetapi penuh makna yaitu, “Merawat Persatuan dengan Pembangunan”.
“Pembangunan yang dimaksud PPP adalah ikhtiar memenuhi hak-hak rakyat untuk mencapai kemakmuran dan keadilan,” kata Noor.
Pembangunan jalan menuju Tanah Air yang kita impikan: Baldlatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur. Gemah ripah loh jinawi.
Pembangunan dengan jalan menggapai kesejahteraan dalam keadilan dan berkeadilan dalam berkemakmuran, untuk terwujudnya masyarakat adil makmur.
Redaksi Indiebanyumas