BANYUMAS, indiebanyumas.com- Aksi tawuran antar dua kubu remaja di komplek Lapangan Cilongok pada Sabtu (25/11/2023) malam yang digagalkan oleh warga setempat, dilatarbelakangi dari saling ejek antar kedua kubu di media sosial.
Kapolsek Cilongok, AKP Haryanto SH mengungkapkan, persoalan yang terjadi antar remaja di wilayahnya dimulai dari kedua belah pihak yang akan menggelar pertandingan futsal, namun karena suatu alasan gagal terlaksana.
Kemudian, kedua kubu saling ejek di media sosial yang berujung pada pertemuan antar kedua belah pihak di komplek Lapangan Cilongok.
Kedua kubu itu, jelas Haryanto, berasal dari MTs Maarif Cilongok dan SMP Negeri 3 Ajibarang.
“Dari penyebab itulah terjadi pertemuan antar kedua belah pihak di komplek lapangan Cilongok, tetapi tidak sampai terjadi hal yang fatal. Kami malam itu mengamankan 9 anak yang berusia masih remaja berstatus pelajar, ” kata Haryanto kepada indiebanyumas.com, Senin (27/11/2023).
Haryanto menambahkan, setelah dilakukan pengembangan akhirnya tercatat ada 16 remaja yang dinyatakan terlibat dalam rencana aksi tawuran tersebut.
“Malam kejadian kami melepaskan 9 anak yang kami bawa ke kantor karena pada hari ini, mereka harus mengikuti ujian sekolah. Hari ini juga, kami kembali mengumpulkan seluruh yang terlibat untuk menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan yang sama,” kata Haryanto.
Dia menjelaskan, pihaknya tidak hanya mengundang orangtua remaja dalam menyelesaikan penanganan peristiwa ini, tetapi juga melibatkan perwakilan dari masing-masing sekolah, Forkomincam Cilongok, Kapolsek Ajibarang, dan Aparatur Desa.
“Kami bersama-sama melakukan pembinaan kepada para remaja yang terlibat dalam peristiwa tersebut, dan harapannya tidak akan terjadi lagi peristiwa yang sama,” jelas Haryanto.
Video Arak-arakan Remaja Membawa Sajam dan Flare

Sehari setelah terjadi rencana aksi tawuran antar remaja di komplek Lapangan Cilongok, viral tayangan video di media sosial dan juga whattapp Group yang mempertontonkan aksi para remaja yang sedang berarak-arakan menggunakan sepeda motor di perbatasan Desa Kalisari-Karangtengah Kecamatan Cilongok dengan menyalakan flare.
Aksi mereka pun menjadi perhatian publik. Karena bukan hanya karena Arak-arakan dengan menyalakan flare, mereka juga sengaja memperlihatkan celurit sambil diacung-acungkan.
Terkait hal itu, Kapolsek Cilongok AKP Haryanto SH menjelaskan, jika video yang beredar itu berkaitan dengan peristiwa yang terjadi di Lapangan Cilongok.
“Diantara mereka itu juga merupakan kelompok pelajar yang sama yang kami kumpulkan untuk dilakukan pembinaan,” kata Kapolsek.
Dia menambahkan, selain keterlibatan kedua siswa di sekolah yang berbeda, ada peran juga dari para alumni. “Ada diantara mereka yang alumni, dan saat sekarang duduk di bangku SMA kemudian ikut terlibat,” kata Haryanto menandaskan.
Sebagaimana diketahui, Puluhan warga Desa Cilongok Kecamatan Cilongok dan sejumlah santri Ponpes Al Fatah berhasil membubarkan dan menggagalkan aksi tawuran antar remaja bersenjatakan celurit, Sabtu (25/11/203) malam.
Aksi tawuran antar remaja yang diketahui masih berstatus pelajar SMP itu terjadi di komplek lapangan besar Cilongok.
Keterangan yang dihimpun indiebanyumas, sekitar pukul 22.30 WIB kerumunan remaja diketahui nongkrong di pinggir jalan sebalah timur lapangan, tepat di depan SMK Maarif NU Cilongok.
Mereka yang berkumpul itu merupakan anak-anak remaja yang masih duduk di sekolah menengah di komplek lapangan dan juga pelajar dari sekolah menengah lainnya. Jumlah mereka sekitar 20 anak.
Lalu, dari seberang jalan tiba-tiba datang segerombolan remaja dari arah jalan besar menuju kerumunan anak-anak remaja tersebut.
Kejadian begitu cepat, kerumunan remaja yang sedang duduk-duduk itu kemudian lari berhamburan karena dari kubu yang datang mereka mengeluarkan senjata tajam jenis celurit.
Warga yang juga pengurus Ponpes Al Fattah, Purwoko, mengatakan, warga sekitar dan para santri yang mengetahui adanya kejadian itu akhirnya keluar dan membubarkan para pelajar yang terlibat tawuran, dan saling kejar-kejaran.
“Kelompok yang menunggu dari lapangan lari ke arah selatan dan sebagian besar masuk ke arah pondok karena dari kubu yang menyerang mengeluarkan celurit. Kebetulan karena sedang ada pengajian, kami akhirnya keluar spontan membubarkan aksi mereka,” kata Purwoko.
Angga Saputra