INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Beras Masih Mahal, Harga Cabai Makin Pedas

Senin, 6 November 2023

indiebanyumas.com – Harga beras mahal masih ditemui di banyak daerah di Indonesia. Tak cuma itu, berbagai jenis cabai juga mengalami kenaikan. Harga beras hari ini dan cabai ini menjadi komoditas pangan yang selalu dipantau masyarakat.

Mengutip Panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas), harga beras kelas premium sempat tembus di Rp 14.990 per kilogram (kg) pada Sabtu (4/11/2023), kemarin. Namun, per Minggu (5/11/2023) pagi, baru sebagian provinsi yang meng-update harga tersebut.

Sementara itu, harga beras medium sempat bertengger di harga rata-rata Rp 13.210 per kg. Padahal beras medium punya acuan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp 10.900 per kg, dan HET beras premium Rp 13.900 per kg, sesuai dengan zona daerah

Sementara itu, harga cabai merah keriting terpantau mengalami kenaikan dengan rata-rata harga cabai Rp 55.800 per kg. Harga cabai rawit merah terpantau semakin ‘pedas’. Kini, harga cabai rawit merah tembus Rp 71.200 per kg. Untuk DKI Jakarta, tembus hingga Rp 86.980 per kg.

Catatan Harga di PIHPS
Sementara itu, mengacu Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), harga beras medium sebesar Rp 14.700 per kg rata-rata nasional. Harga beras premium sebesar Rp 15.950 per kg.

Lalu, harga cabai merah besar Rp 49.600 per kg, cabai merah keriting Rp 58.550 per kg. Kemudian, cabai rawit hijau Rp 56.200 per kg dan cabai rawit merah tembus Rp 76.150 per kg.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, inflasi pada Oktober 2023 mencapai 0,17 persen secara month to month (mtm). Angka inflasi ini lebih tinggi dari September 2023 sebesar 0,19 persen.

“Namun, inflasi Oktober lebih tinggi secara year on year (yoy) mencapai 2,56 persen,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (1/11/2023).Berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi Oktober 2023 terbesar disumbangkan oleh sektor transportasi sebesar 0,55 persen. Atau dengan andil 0,07 persen.

Kemudian, komoditas beras tercatat sebagai komoditas terbesar penyumbang inflasi Oktober sebesar 1,72 persen, dengan andil inflasi sebesar 0,06 persen. Disusul komoditas cabai rawit dengan andil inflasi 0,03 persen, dan tarif angkutan udara 0,02 persen.

“Beras merupakan penyumbang inflasi terbesar secara tiga bulan berturut-turut (Agustus-Oktober) mencapai 1,72 persen,” tegas Pudji.

Pudji menyebut, inflasi akibat harga beras masih terjadi di sebanyak 82 kota. Namun, 2 kota lainnya mengalami deflasi dan 1 kota lainnya mencatatkan stabil.

BULOG Klaim Stok Cadangan Beras Aman Hingga 2024

Badan Urusan Logistik (BULOG) memastikan bahwa stok cadangan beras pemerintah aman hingga tahun 2024 mendatang. Hal itu bisa dimungkinkan karena BULOG mendapatkan tambahan penugasan impor beras dari pemerintah sebanyak 1,5 juta ton.

Direktur Supply Chain dan Pelayanan Publik Perum BULOG, Mokhamad Suyamto mengatakan bahwa stok beras yang dikuasai BULOG saat ini ada sebanyak 1,45 juta ton. Dirinya menjelaskan, dengan tambahan baru penugasan impor dari pemerintah ini jumlahnya semakin kuat untuk kebutuhan penyaluran sampai dengan tahun depan guna mempertahankan stabilitas harga beras di masyarakat.

“Di tengah situasi yang sangat sulit mendapatkan beras impor, BULOG sudah berhasil mendapatkan kontrak sebesar 1 juta ton dari kuota tambahan penugasan importasi beras dari pemerintah sebanyak 1,5 juta ton,” katanya.

“Walaupun pemerintah memberikan tambahan kuota penugasan impor kepada Perum BULOG sebanyak 1,5 juta ton namun pelaksanaannya akan disesuaikan dengan kebutuhan penyaluran di dalam negeri,” jelas Suyamto dikutip Liputan6.

Suyamto mengungkapkan bahwa terkait asal negara impor, BULOG akan melaksanakan penugasan importasi beras ini dari negara mana saja yang memungkinkan dan memenuhi semua standar persyaratan.

“Saat ini kita sudah kontrak dengan beberapa negara yang produksinya masih banyak yaitu Thailand, Vietnam, Pakistan dan Myanmar. Selanjutnya kita juga akan menjajaki dengan India dan Kamboja maupun negara lainnya yang memungkinkan dan memenuhi persyaratan,” ungkapnya.

Selain itu, Suyamto mengatakan bahwa pihaknya juga melakukan pemantauan intensif terkait harga beras saat ini. Ia menyebut, terjadinya kenaikan harga beras dikarenakan beberapa faktor baik eksternal maupun internal dalam negeri, seperti El Nino dan situasi dalam negeri yang baru memasuki musim tanam.

“Masyarakat tidak perlu khawatir, pemerintah melalui BULOG menjamin kebutuhan beras tersedia di masyarakat dengan harga terjangkau walau di pasaran ada sedikit kenaikan harga. Kami melakukan pemantauan secara terus menerus di tengah situasi saat ini agar tetap terkendali,” katanya. (tim)

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

JK Menilai Muruah MK Sedang Tercoreng

Selanjutnya

Indonesia Anggota Penuh FATF, Presiden: Tingkatkan Persepsi Positif Terhadap Sistem Keuangan

TERBARU

Riswo, Warga Cihonje yang Diduga Hanyut, Belum Ditemukan Hingga Hari Keenam

Riswo, Warga Cihonje yang Diduga Hanyut, Belum Ditemukan Hingga Hari Keenam

Kamis, 9 April 2026

Kejurprov Voli U-18 Jateng 2026 Resmi Digelar di Purwokerto, 48 Klub Ambil Bagian

Kejurprov Voli U-18 Jateng 2026 Resmi Digelar di Purwokerto, 48 Klub Ambil Bagian

Kamis, 9 April 2026

BASARNAS Tutup Operasi SAR di Pantai Setrojenar, Satu Korban Dinyatakan Hilang

BASARNAS Tutup Operasi SAR di Pantai Setrojenar, Satu Korban Dinyatakan Hilang

Rabu, 8 April 2026

POPULER BULAN INI

KPK OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman

KPK OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman

Jumat, 13 Maret 2026

Profil Ammy Amalia: Dari Anggota DPR, Notaris, Kini Jadi Plt Bupati Cilacap

Profil Ammy Amalia: Dari Anggota DPR, Notaris, Kini Jadi Plt Bupati Cilacap

Senin, 16 Maret 2026

Peredaran Uang Palsu Hebohkan Pasar Cilongok, 4 Pedagang Jadi Korban

Peredaran Uang Palsu Hebohkan Pasar Cilongok, 4 Pedagang Jadi Korban

Sabtu, 4 April 2026

Selanjutnya

Indonesia Anggota Penuh FATF, Presiden: Tingkatkan Persepsi Positif Terhadap Sistem Keuangan

Rata-rata Upah Buruh Rp 3,18 Juta

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com