INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Biaya Fogging Awal Tahun Berjalan di Banyumas Ditalangi Puskesmas

Rabu, 12 Januari 2022

PURWOKERTO – Kenaikan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Banyumas di tahun 2021, masih berlanjut hingga saat ini.

Permintaan fogging dari warga terus mengalir di tengah kondisi anggaran Dinkes Kabupaten Banyumas yang belum siap. Agar pelayanan tidak terganggu, fogging di awal tahun berjalan dengan pembiayaan ditalangi puskesmas.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Banyumas dr Arif Sugiono melalui Operator Fogging, Slamet Rijadi mengatakan, fogging kembali berjalan hari ini (Selasa, red) di Klapagading Wetan.

Dalam tiga hari berturut-turut, fogging dilaksanakan di Klapagading Wetan dan Klapagading Kulon. Setelah itu berlanjut ke Kalisube.

“Pembiayaan sementara ditalangi dari pihak puskesmas,” katanya, Senin (10/1).

Slamet menjelaskan, fogging dilakukan sangat selektif karena mengandung zat yang bisa membahayakan lingkungan apabila pelaksanaannya tidak direncanakan dengan baik.

Penanganan gangguan nyamuk bisa dilakukan dengan menghilangkan genangan-genangan air, baik banyak maupun sedikit. Bisa juga dilakukan dengan menanam tanaman anti nyamuk, memasang kawat kasa dirumah, menggunakan lotion sesuai aturan, baju lengan panjang serta menghilangkan tempat lembab sebagai sarang nyamuk.

“Fogging hanya dilakukan, selain ada kasus DBD juga dari hasil peninjauan oleh puskesmas memenuhi syarat untuk difogging,” terang dia.

Dilanjutkan, data kasus DBD selama 2021 di Banyumas sebanyak 1.176 kasus Demam Dengue (DD), Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Dengue Shock Syndrome (DSS) dengan kematian sebanyak 20 orang.

Angka ini tiga kali lipat banyaknya kasus DBD tahun 2020 berjumlah hanya 378 kasus (DBD, DD dan DSS) dengan kematian 12 orang.

“Daerah-daerah sebelumnya yang tidak pernah minta difogging saat ini muncul. Seperti di Tambak dan Cikawung, Pekuncen,” pungkas Slamet. (yda)

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Jalur Sidareja – Cipari Sempat Tersendat karena Banjir, Efek Meluapnya Sungai Cidurian

Selanjutnya

Dua Dusun di Pandanarum Banjarnegara Terancam Terisolir

TERBARU

Kita Ramai Bicara, Sedikit Membaca 

Ijig-Ijig: Antara Kejutan, Kesadaran, dan Laku Nrimo

Rabu, 15 April 2026

Bupati Sadewo Temui Dubes Rusia, Bahas Kerja Sama Pendidikan hingga Investasi

Bupati Sadewo Temui Dubes Rusia, Bahas Kerja Sama Pendidikan hingga Investasi

Rabu, 15 April 2026

2 Dosen UMP Jadi Pemateri di KBRI Beijing

2 Dosen UMP Jadi Pemateri di KBRI Beijing

Rabu, 15 April 2026

POPULER BULAN INI

Profil Ammy Amalia: Dari Anggota DPR, Notaris, Kini Jadi Plt Bupati Cilacap

Profil Ammy Amalia: Dari Anggota DPR, Notaris, Kini Jadi Plt Bupati Cilacap

Senin, 16 Maret 2026

Banyumasan Guyub Fest 2026 Siap Obati Rindu Perantau di Ibu Kota

Banyumasan Guyub Fest 2026 Siap Obati Rindu Perantau di Ibu Kota

Sabtu, 4 April 2026

Peredaran Uang Palsu Hebohkan Pasar Cilongok, 4 Pedagang Jadi Korban

Peredaran Uang Palsu Hebohkan Pasar Cilongok, 4 Pedagang Jadi Korban

Sabtu, 4 April 2026

Selanjutnya

Dua Dusun di Pandanarum Banjarnegara Terancam Terisolir

Balai Diklat Baturraden Disiapkan Jadi Tempat Isolasi Terpusat

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com