![]()
Banyumas, indiebanyumas.com – Penyaluran paket bahan pangan dalam Program Bantuan Non Tunai Sembako kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk saat ini ada sedikit perbedaan, terutama untuk pilihan jenis komoditi. Dari semua komoditi yang diterima KPM lewat Agen E Warong, dominasi daging sapi tampaknya tidak lagi menjadi komoditi favorit bagi para penerima ketika daging ayam ternyata justru banyak diminati warga masyarakat.
Dari pantauan indiebanyumas, sejumlah agenda e warong kini tak lagi monoton menyediakan jenis komoditi yang sebelumnya menjadi favorit yaitu daging sapi sebagai unsur wajib bahan pangan yang musti disalurkan kepada KPM karena mengandung protein hewani. Meskipun, khususnya yang terjadi di Banyumas, kandungan protein hewani diberikan untuk KPM lewat e Warong dalam dua jenis bahan pangan yaitu daging sapi dan telur.
“Kami tak masalah sama sekali, kenapa juga menjadi masalah justru kami malah senang karena daging ayam yang kami terima secara fisik tampak segar. Kami sih justru memang senang apabila ada pilihan, tidak hanya satu jenis saja,” ungkap salah seorang KPM kepada indiebanyumas tanpa mau memberikan identitas dirinya, Jum’at (17/12/2021).
Di wilayah kecamatan Cilongok yang tercatat sebagai daerah dengan jumlah penerima paket bahan pangan Program Sembako terbanyak di Kabupaten Banyumas sebesar 19.000 lebih KPM, hampir seluruh agen kini telah menerima dengan tangan terbuka ketika suplier menawarkan daging ayam frozen.
Diterimanya daging ayam oleh para agen e warong tidak lepas dari adanya permintaan yang disampaikan oleh KPM sebagai elemen yang paling berhak memilih jenis bahan makanan yang telah disesuaikan berdasarkan kandungan dari bahan pangan dengan perhitungan nominal bantuan yang diberikan.

“Saya menerima ketika ada suplier yang menawarkan daging ayam frozen karena saat hal ini disampaikan kepada KPM, tidak sedikit lho yang justru menginginkan adanya pergantian,” kata salah satu agenda e warong di salah satu desa di wilayah Kecamatan Cilongok.
Atmoshphere baru dalam pendistribusian bahan pangan bantuan negara ini pun disambut rasa syukur oleh pengusaha ayam olahan yang sudah lama menunggu momen seperti ini. Aulia Topan, salah satunya, pria yang mengaku sangat lama memperjuangkan agar rakyat diberikan kebebasan untuk memilih sebagaimana hak yang melekat pada diri mereka ketika dipilih menjadi penerima bantuan, bersyukur pada akhirnya diberikan sedikit ruang kebebasan.
“Mustinya sudah sejak awal kebebasan KPM untuk memilih, itu tetuang dalam pedoman sah, diakui oleh negara, tapi selama ini belum diterapkan karena banyak hal tentunya. Mari kita kawal hak-hak rakyat, hak kami juga sebagai bagian dari pelaku usaha yang punya kedudukan sama untuk menjadi bagian dari apa yang sedang negara ciptakan ” kata pria asal Sokaraja yang juga memiliki jabatan sebagai Manajer Operasional CV Salmon.
Sebelumnya diberitakan indiebanyumas.com, distribusi paket Sembako yang terdiri dari sedikitnya 4 Komoditi bahan pangan dalam Program Bantuan Non Tunai yang disebut Program Sembako, sebagian besar mulai disalurkan kepada KPM di beberapa desa, Jumat (16/12). Anggota Fraksi PDI Perjuangan H Anang Agus Kostradiharto mengingatkan kepada jajaran tim koordinasi di tingkat kecamatan agar lebih giat lagi dalam menjalankan pengawasan.
“Saya menyampaikan kepada pimpinan Forkominda agar dalam pendistribusian terakhir yang tersisa dua periode dan ada empat paket untuk keluarga penerima manfaat, supaya bisa lebih optimal dalam hal pengawasan mengenai kualitas komoditi bahan pangan yang diterima rakyat, ” tegas anggota Komisi 3 yang membidangi antara lain tentang pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan rakyat itu.

Apa yang disampaikan Anang diharapkan bisa langsung secara cepat ditindaklanjuti supaya dalam penyaluran paket Sembako terlaksana tepat.” Tepat waktu, tepat sasaran dan tepat dalam pelayanan berkaitan dengan kualitas yang diterima oleh KPM,” kata wakil rakyat satu-satunya dari Kecamatan Cilongok ini.
Anang menyampaikan hal ini usai dirinya menerima informasi yang datang dari elemen masyarakat serta rekan media massa yang mendapati beras sebagai komoditi yang bisa disebut komoditi utama program Sembako berkualitas jelek. Temuan itu terjadi di Dusun Kembang Desa Pernasidi Kecamatan Cilongok ketika e warong di sana hari Jumat ini mendistribusikan 4 paket Sembako sekaligus kepada 90 KPM.
“Kualitas berasnya memang jelek, saya melihat dalam satu karung broken bahkan sampai sudah seperti jenis menir tetap dibagikan. Kami akan melakukan langkah lanjutan untuk memantau di seluruh pelosok desa, karena kebetulan jadwal distribusi tak hanya berlangsung hari ini. Cilongok menjadi barometer dalam proses distribusi Program Sembako mengingat jumlah KPM-nya mencapai 19.000 lebih, terbanyak di Banyumas, ” kata Anang.
Di agen e Warong milik Warsiti di Dusun Kembang Desa Pernasidi itu, total paket yang disalurkan sebanyak 3600 paket yang tercatat untuk penyaluran pada periode November-Desember serta dua paket yang disebutkan agen adalah bonus.
“Untuk beras kami jual Rp. 9600 per Kg dari harga beli ke suplier Rp 8.700 per Kg. Ada perubahan untuk komoditi lain, yaitu adanya ayam sebagai pengganti daging sapi meski ini bukan berarti daging sapi kini telah tergantikan akan tetapi ada kuota baru untuk daging ayam, dan memang KPM juga menginginkannya, ” katanya.
Penulis : Angga Saputra





