Cilacap – Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian (Disnakerin) Kabupaten Cilacap lakukan pengecekan terhadap kemungkinan adanya warga Cilacap yang menjadi korban kapal tenggelam di Johor Malaysia. Temuan Satgas, ada 3 dokumen milik warga Cilacap dalam kapal tenggelam tersebut.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian Kabupaten Cilacap Dikdik Nugraha menyampaikan bahwa informasi yang telah didapat, ada 3 orang Cilacap yang terdaftar dalam surat Konjen Johor Baru Malaysia, yakni Nasirah dan Andy Maulana asal Binangun serta Tukiman Martameja dari Nusawungu.
Untuk memastikan informasi tersebut, Disnakerin sudah berkoordinasi secara intensif dengan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) dan pihak-pihak terkait. Serta akan mengecek kepada keluarga yang bersangkutan.
“Ada tiga orang yang terdaftar dalam surat Konjen Johor Bahru atas nama Nasirah, Andy Maulana dan Tukiman Martameja, nanti kita cek ke Binangun, sudah dikoordinasikan (BP2MI),” ujar Dikdik saat dihubungi, Jumat (17/12/2021).
Menurutnya, hal itu didasarkan terkait dengan sejumlah dokumen yang ditemukan Satuan Tugas Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Baru di lokasi terjadinya kapal tenggelam, beberapa dokumen yang ditemukan diantaranya milik warga Cilacap.
Disekitar TKP, ditemukan Paspor dan KTP atas nama Andy Maulana dengan alamat Jalan Sibekel No.0138 RT 25 RW 08 Desa Pasuruhan, Kecamatan Binangun, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Kemudian SIM C atas nama Nasirah lahir di Cilacap 12 April 1979 dengan alamat Jalan Sibekel No.0138 RT 25 RW 8 Desa Pasuruhan, Kecamatan Binangun Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
Selain itu, petugas juga menemukan bukti PCR yang dikeluarkan oleh Surya Kartikan Medika dengan alamat Jalan Raya Jetis Nusawungu Cilacap atas nama Tukiman Martameja.
Diketahui, kapal yang mengangkut 50 warga negara Indonesia (WNI) dilaporkan tenggelam di Pantai Tanjung Balau, Kota Tinggi Johor Malaysia, pada Rabu (15/12/2021). Dari jumlah 50 penumpang, 14 ditemukan dalam kondisi selamat, 16 orang meninggal dunia, dan 20 orang dalam pencarian. Diduga kapal tenggelam itu membawa TKI Ilegal dengan menempuh jalur tikus.





