PURWOKERTO – Lakukan penyesuaian struktur dan arsitektur untuk pemanfaatan bangunan secara maksimal, Menara pandang yang bakal menjulang tinggi 99 Meter di Kawasan Kota Baru Purwokerto, berkonsep bunga Teratai.
Sebelumnya berkonsepkan Gada Rujak Polo dan dengan pembangunannya saat ini berjalan, kini dibangun dengan konsep bunga teratai.
“Intinya teratai itu, bunganya Banyumas, di Lambang Banyumas juga ada teratai, terus konsepnya itu gabungan antara desainnya dari Dwipa Semarang, terus diberi sentuhan-sentuhan oleh Timnya pak Ridwan Kamil,” kata Irawadi, kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Banyumas kepada Radarbanyumas.co.id, Sabtu (11/12).
Selain itu, Tema Teratai tersebut juga merupakan hasil konsultas dengan Budayawan di Banyumas.
“Terus juga kita diskusikan, kita konsultasikan dengan budayawan, seperti Ahmad Tohari, Profesor Sugeng, terus pak Dodit dari unsoed dan lain-lain. Kita komunikasikan akhirnya jatuh ke teratai,” lanjutnya.
Terdapat juga perubahan pada tingkat bangunan, yang semula direncanakan terdapat dua tingkat, sekarang direncana tingkat.
“Nah itu bentuknya menurut timnya pak Ridwan Kamil itu ada 3 tingkat. Jadi ada hubungan dengan manusia, hubungan dengan tuhan, hubungan dengan alam,” tambahnya.
Dimana 3 tingkat tersebut, terdiri dari tingkat paling bawah atau lantai dasar yang merupakan basement, tingkat kedua untuk lantai satu dan lantai, kemudian tingkat ketiga atau bagian paling atas untuk lantai tiga dan lantai empat.
“Ada basement, dua lantai dibawah, dan dua lantai diatas. Nah Itu yang menyebabkan adanya perubahan-perubahan seperti itu,” terangnya.
Termasuk perubahan fungsinya.
“Kita akan memaksimalkan fungsinya mungkin nanti diatas itu, disamping dua lantai juga ada ruang yang pak Bupati minta ruang VIP, ruang pertemuan-pertemuan pejabat tinggi diatas puncak paling atas. Sehingga memang perlu ada modifikasi struktural maupun arsitektural,” pungkasnya. (win)







