INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Masih Ada 9.934 Balita Alami Stunting di Banjarnegara

Kamis, 26 Agustus 2021

BANJARNEGARA – Angka prevalensi balita stunting di Kabupaten Banjarnegara cenderung menurun pada tahun ini.

Pada 2019, persentase kasus stunting di Banjarnegara adalah 23,74 persen atau terdapat 10.446 kasus stunting.

Sedangkan data 2021, turun menjadi 22,39 persen atau masih ada 9.934 balita di Banjarnegara mengalami stunting.

Meski terjadi penurunan yang cukup signifikan, Wakil Bupati Banjarnegara, Syamsudin menilai penanganan stunting di Kabupaten Banjarnegara masih perlu upaya lebih.

Ini mengingat target angka stunting nasional adalah 14 persen pada 2024.

“Target nasional angka stunting sebesar 14 persen pada 2024.”

“Kami harus upayakan agar dapat terwujud, bahkan kalau bisa lebih rendah dari target tersebut,” katanya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (25/8/2021).

Kasus balita stunting menjadi perhatian serius Pemkab Banjarnegara.

Walaupun bukan merupakan penyakit, stunting tidak boleh dipandang sebelah mata.

Masalahnya, anak dengan kondisi stunting cenderung memiliki kecerdasan lebih rendah dibandingkan anak yang tumbuh secara optimal.

Pada akhirnya, ia menilai stunting dapat menurunkan kualitas SDM di masa yang akan datang.

Oleh karena itu, menurut dia, butuh sistem terpadu dan terintegrasi dalam penanganan stunting agar bisa optimal.

Baik itu melalui penguatan komitmen, kampanye perubahan perilaku, konvergensi program, akses pangan bergizi, serta pemantauan dan evaluasi.

Plt Kepala Baperlitbang Kabupaten Banjarnegara, Yusuf Agung Prabowo menyampaikan, rembuk stunting bertujuan untuk membangun komitmen bersama di lingkungan Pemkab Banjarnegara dalam percepatan penanganan stunting.

Yusuf mengatakan, sebagai upaya percepatan penanganan stunting, saat ini Kabupaten Banjarnegara telah menetapkan 20 desa menjadi lokasi fokus penanganan stunting.

“Terdapat 10 desa lokasi fokus stunting pada 2021 dan ada penambahan 10 desa lagi pada 2022,” katanya. (*)

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Daop 5 Purwokerto Kembali Operasikan KA Jarak Jauh, Berikut Daftarnya

Selanjutnya

Bebas dari Nusakambangan, Dua WNA Dideportasi

POPULER BULAN INI

Sekda Banyumas: Pemkab Tunggu Surat Resmi DPRD Soal Tunjangan

Sekda Banyumas Buka Suara soal Polemik Lelang Parkir GOR Satria: Pemenang Bukan Sekadar Penawar Tertinggi

Kamis, 26 Februari 2026

PT Solusi Parkir Nusantara Menang Kerjasama Pengelolaan Parkir GOR Satria Purwokerto

Lelang Parkir GOR Satria: Sanggahan PT AKAS Gugur Hanya Gegara Salah Alamat

Kamis, 26 Februari 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Kamis, 26 Februari 2026

TERBARU

Dosen Unsoed Desak Audit Investigatif KOSUKU, Dugaan Kebocoran Dana Rp1,8 Miliar Mengemuka

Dosen Unsoed Desak Audit Investigatif KOSUKU, Dugaan Kebocoran Dana Rp1,8 Miliar Mengemuka

Senin, 29 Juni 2026

BRI Jazz Gunung Slamet 2026: Harmoni Jazz di Lereng Gunung Slamet, Hujan Tak Redam Antusiasme Penonton

BRI Jazz Gunung Slamet 2026: Harmoni Jazz di Lereng Gunung Slamet, Hujan Tak Redam Antusiasme Penonton

Minggu, 28 Juni 2026

Lomba Burung Kenari HUT Bhayangkara di Banyumas: Gacor di Arena, Berkah buat UMKM

Lomba Burung Kenari HUT Bhayangkara di Banyumas: Gacor di Arena, Berkah buat UMKM

Minggu, 28 Juni 2026

Selanjutnya

Bebas dari Nusakambangan, Dua WNA Dideportasi

UMKM Banyumas minta aturan PPKM diperlonggar

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com