INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Cuaca Buruk, Nelayan Cilacap Ada yang Nekat Melaut Meski Hasil Tak Maksimal

Rabu, 11 Agustus 2021

CILACAP – Setelah sebulan ‘nganggur’, nelayan di Kabupaten Cilacap mulai melaut. Meski baru sebagian nelayan. Soalnya, angin kencang dan gelombang tinggi 4,0 – 6,0 meter saat ini masih mengintai perairan selatan Jawa.

Diakui Slamet, seorang nelayan, gelombang tinggi tidak menghalangi. Dia sengaja berangkat untuk mencari ikan demi memenuhi kebutuhan ekonomi.

“Resiko di laut memang ada saja, tapi harus dihadapi dan dipersiapkan matang. Termasuk peralatan pendukung kapal dan persedian logistik,” katanya.

Biasanya sekali perjalanan membutuhkan biaya operasional sekitar Rp 200 ribu. Sementara itu saat cuaca buruk biasanya nelayan mendapatkan sekitar 25 kilogram ikan layur. Kadang itu tidak sebanding dengan biaya operasionalnya.

Sementara itu, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia(HNSI) Cilacap, Sarjono mengatakan, meski ada yang melaut masih banyak nelayan yang memilih untuk menambatkan perahu di bibir pantai maupun sungai sembari memperbaiki jala dan mencari pekerjaan lain.

Sarjono mengimbau nelayan di Cilacap untuk tidak melaut dulu. Khususnya, nelayan yang kapalnya di bawah 10 GT. Karena gelombang tinggi yang masih mengintai.

“Kapal yang diatas 20 GT – 30 GT ke atas untuk berhati-hati jika melaut. Untuk kapal di bawah 10 GT jangan melaut dulu. Potensi gelombang masih tinggi,” kata dia.

Menurutnya, beberapa para nelayan sering mengabaikan perlengkapan keamanan saat melaut. Padahal pihaknya tak kurang-kurang mengingatkan para nelayan untuk selalu safety.

“Sapras nelayan seperti life jacket sejauh ini lengkap, tapi kalau nelayan ada bahasanya ribet untuk dipakai, kesulitannya kita seperti itu. Jadi perlu di dorong terus menerus untuk penggunan life jacket untuk keselamatan aktiflvitas nelayan,” ujar Sarjono. (ray)

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Media Massa, Harapan Kepercayaan dan Kekecewaan

Selanjutnya

Penyidik KPK geledah dua lokasi di Purbalingga terkait dugaan korupsi

POPULER BULAN INI

Sekda Banyumas: Pemkab Tunggu Surat Resmi DPRD Soal Tunjangan

Sekda Banyumas Buka Suara soal Polemik Lelang Parkir GOR Satria: Pemenang Bukan Sekadar Penawar Tertinggi

Kamis, 26 Februari 2026

PT Solusi Parkir Nusantara Menang Kerjasama Pengelolaan Parkir GOR Satria Purwokerto

Lelang Parkir GOR Satria: Sanggahan PT AKAS Gugur Hanya Gegara Salah Alamat

Kamis, 26 Februari 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Kamis, 26 Februari 2026

TERBARU

Indiebanyumas Angkat Diskusi Rempah Nusantara Lewat Bedah Buku di Purwokerto

DARI EKOPOL KOLONIAL MENUJU EKOPOL BERDAULAT (Bagian 2)

Sabtu, 25 Juli 2026

Menatap Kursi Kosong, Menatap Masa Depan

Menatap Kursi Kosong, Menatap Masa Depan

Sabtu, 25 Juli 2026

BAZNAS Cilacap Resmikan Rukun Tani Makmur, Padukan Pertanian dan Peternakan

BAZNAS Cilacap Resmikan Rukun Tani Makmur, Padukan Pertanian dan Peternakan

Sabtu, 25 Juli 2026

Selanjutnya

Penyidik KPK geledah dua lokasi di Purbalingga terkait dugaan korupsi

Tol Gate Terminal Bulupitu Purwokerto Segera Diterapkan

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com