Cilacap – Masyarakat di sejumlah Desa di Kabupaten Cilacap, mulai mengalami kesulitan air. Seiring dengan semakin jarangnya hujan yang turun, dalam waktu satu bulan terakhir.
Kepala Seksi Pencegehaan Bencana BPBD Cilacap Gatot Arif Widodo mengatakan hingga 10 Agustus 2021 terdapat 15 Desa di 8 Kecamatan, yang ada di Kabupaten Cilacap harus didroping air bersih.
Karena sumber air yang ada di desa tersebut mulai mengering, dengan total 57 tanki air bersih yang sudah didistribusikan ke desa yang mengalami kesulitan air bersih. BPBD Cilacap menurunkan sedikitnya empat mobil tangki, untuk melakukan droping air bersih.
Jika dirasa kebutuhan air masih kurang, maka akan berkordinasi dengan lembaga lainya yakni PMI, PDAM, maupun Pertamina. Menurut Gatot untuk wilayah yang paling, banyak membutuhkan air bersih yakni Kabupaten Cilacap bagian barat.
“ Terdapat 15 desa, dengan sebaran 8 Kecamatan, dengan jumlah KK yang sudah menerima mencapai 4.200,” kata Gatot.
Gatot di Cilacap Selasa (10/8/2021) siang menjelaskan, berdasarkan data dari BMKG Cilacap hujan baru turun pada Oktober 2021. Sehingga pihaknya mempersiapkan armada, pegawai, relawan dan juga sumber mata air untuk melakukan droping air bersih.
Dengan wilayah yang paling diantisipasi, membutuhkan air bersih yakni Kecamatan Kawunganten, Gandrungmangu, Patimuan, dan Wanareja. (RA).






