
BANYUMAS indiebanyumas.id – Pergantian jenis komoditi yang dibagikan kepada Keluarga Penerima Manfaat atau KPM dalam program Bansos Sembako yang semula kentang menjadi buah dalam penyaluran ketiga periode Juli-September membuat kewalahan para agen e warong.
Mereka, terutama yang menerima buah peer dari penyedia bahan pangan Bansos Sembako dibuat bingung saat menghitung nilai yang seharusnya diterima KPM sesuai hak mereka.
Pantauan indiebanyumas.com, penyaluran paket Sembako tahap akhir dari tiga periode ini tampak normal dimulai dilaksanakan di setiap agen e warong dari pukul 06.00 WIB hingga siang hari.
Tetapi suasana itu ternyata dirasakan sejumlah agen e warong yang memiliki kewajiban melayani KPM, yang apabila mengacu pada ketentuan Pedoman Umum (Pedum) Sembako 2020, mereka bak seorang raja.
Di Desa Karang Tengah Kecamatan Cilongok, Ny Krisna yang melayani 200 KPM begitu tampak jika dirinya sedang dalam suasana hati kurang ‘bombong’ meski dirinya dengan sikap ramah langsung mempersilahkan indiebanyumas menunggu selesai proses dirinya melayani KPM.
“Aduh mas ini benar-benar membuat kami bingung ketika rasa khawatir akan permasalahan kemarin yang kentang saja belum juga selesai. Hanya penjelasan secara pelan, dan gamblang yang bisa kami sampaikan kepada KPM sebagai raja yang harus dilayani dengan sebaik-baiknya,” kata Ny Krisna.
Rasa khawatir ditambah kali ini dibuat bingung dengan pergantian komoditi yang diterimanya adalah Peer, membuat Ny Krisna berani untuk menyuarakan keinginannya sebagai agen yang pagi itu berinisiatif berembug dengan para penerima KPM.
“Jika tak dirempug maka yang terjadi jelas kekacuan dalam hal hak para penerima. Secara sederhana begini, hak KPM terhitung menerima buah peer dalam satuan ons sebanyak 7 ons.” terangnya.
Krisna menambahkan, dari penyedia di sana , agen seperti dirinya menerima buah yang takarannya berbeda ketika ditimbang.
“Misalnya jika saya membagikan tiga buah, ada yang nilainya 7 Ons pun tidak pas segitu, lha ketika nilai kecil apapun tidak diperbolehkan maka kami jelas bingung. Mau menambahkan satu buah lagi, siapa yang akan ‘neboki’?,” tuturya.
Agen e warong milik Ny Krisna yang melayani 312 KPM meminta agar ke depan bisa diberikan jenis buah lain yang nilainya bisa diukur sesuai nilai yang diterima tanpa harus dipotong, seperti kelengkeng,anggur atau yang lain.
Kusriah, salah seorang KPM Warga Karang Tengah yang mengambil paket Sembako di e warong Ny Krisna juga kesal dengan perubahan komoditi yang diterimanya.
“Kami sebagai penerima hak ya seharusnya menerima dengan jumlah sama, kami tidak senang kok apabila kok takarannnya lebih dari 7 ons,” ungkapnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, penyaluran program Bansos Sembako yang digelar pada 27 Juli 2021 lalu masih menyisakan masalah yang disebabkan karena pengurangan nilai komoditi sayuran (kentang) hingga membuat para penerima bantuan di sejumlah kecamatan kecewa.
Bahkan, kekecewaan itu sampai membuat segelintir keluarga penerima manfaat atau KPM yang berani nekat melaporkan kepada aparat penegak hukum.
Informasinya, karena kentang menjadi biang masalah dalam penyaluran program Bansos dua periode tersebut, untuk penyaluran ketiga dengan hanya menyisakan satu paket Sembako periode September yang diputuskan disalurkan Senin (9/8/2021), ada pergantian jenis komoditi.
Khusus untuk jenis kentang akan diganti dengan jenis buah-buahan. Pemkab Banyumas mengelak pergantian komoditi tesebut disebabkan karena adanya persoalan dalam distribusi 27 Juli untuk dua paket Sembako periode Juli-Agustus.
“Bukan karena adanya masalah, tetapi itu kesepakatan antara agen e warong dengan penyedia, khusus jenis kentang diganti menjadi buah,” kata Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsospermades), Ir Widarso MM kepada indiebanyumas.com.
Angga Saputra






