INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Selama Bulan Juli, 213 Warga Banyumas Meninggal Akibat Covid-19

Minggu, 11 Juli 2021

Banyumas – Grafik angka kematian akibat Covid-19 di Kabupaten Banyumas terus mengalami kenaikan. Selama 10 hari di bulan Juli ini, tercatat sudah 213 orang yang meninggal dunia karena Covid-19.

Bupati Banyumas, Achmad Husein mengatakan, tingginya angka kematian tersebut membuatnya harus membatasi lebih ketat lagi aktivitas masyarakat di Banyumas. Penyekatan jalan-jalan juga diperbanyak dan diperlebar ke berbagai titik.

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertisement Advertisement Advertisement

“Mari bersama-sama dengan penuh kesadaran untuk mengurangi aktivitas di luar rumah, kalau tidak mempunyai keperluan yang sangat mendesak, sebaiknya di rumah saja, toh ini hanya sementara demi kebaikan bersama,” kata Bupati, Minggu (11/7).

Lebih lanjut Husein memaparkan, kenaikan angka kematian akibat Covid-19 sangat terasa memasuki bulan Juli ini, setiap hari angka kematian di atas 15 orang. Ia mencontohkan untuk tanggal 1 Juli ada 16 kasus kematian, kemudian 2 Juli terdapat 17 kasus kematian, 3 Juli 17 kematian dan 4 – 5 juli, masing-masing 18 kasus kematian.

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca

“Tanggal 6 Juli melonjak lagi, ada 21 kasus kematian dan 7 Juli ada 26 orang yang meninggal dunia, 8 Juli 21 orang, 9 Juli 25 orang dan tanggal 10 Juli kemarin paling tinggi, ada 33 kasus kematian akibat Covid-19,” terangnya.

Melihat peningkatan angka kematian tersebut, Husein meminta agar warga Banyumas mematuhi aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat yang sekarang ini diterapkan pemerintah. Banyaknya keluhan terkait penyekatan jalan, lanjutnya, dengan terpaksa dikesampingkan terlebih dahulu, begitupun dengan keluhan perputaran roda ekonomi yang saat ini sangat dibatasi.

“Masyarakat kita terkenal dengan budaya gotong-royong, jadi saya yakin tidak akan ada yang mati kelaparan karena PPKM darurat ini. Penyekatan-penyekatan yang dilakukan merupakan upaya untuk menyelamatkan masyarakat dari Covid-19,” tegasnya.

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Pendaftaran Bantuan JPS Banyumas Dibatasi Lima Hari, Ini Link Pendaftarannya

Selanjutnya

Satgas PPKM Darurat Covid-19, Tutup Jalan Masuk Kota Purwokerto

TERBARU

Nelayan Banjarnegara Belum Ditemukan, Tim SAR: Ombak Masih Menjadi Kendala

Nelayan Banjarnegara Belum Ditemukan, Tim SAR: Ombak Masih Menjadi Kendala

Selasa, 24 Maret 2026

Korban Terseret Ombak Kebumen Masih Hilang, Pola Pencarian Diubah

Korban Terseret Ombak Kebumen Masih Hilang, Pola Pencarian Diubah

Selasa, 24 Maret 2026

Kemenhub Rampcheck Ribuan Armada, 90% Lebih Laik Operasi

Kemenhub Rampcheck Ribuan Armada, 90% Lebih Laik Operasi

Selasa, 24 Maret 2026

POPULER BULAN INI

KPK OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman

KPK OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman

Jumat, 13 Maret 2026

Rp3,3 Miliar Ditolak, PT AKAS Gugat Tender Parkir GOR Satria

Rp3,3 Miliar Ditolak, PT AKAS Gugat Tender Parkir GOR Satria

Senin, 23 Februari 2026

SMPN 10 Purwokerto Minta Ganti Dapur MBG, FMP2M Soroti Menu Monoton dan Dugaan Selisih Anggaran

SMPN 10 Purwokerto Minta Ganti Dapur MBG, FMP2M Soroti Menu Monoton dan Dugaan Selisih Anggaran

Selasa, 3 Maret 2026

Selanjutnya

Satgas PPKM Darurat Covid-19, Tutup Jalan Masuk Kota Purwokerto

Dampak PPKM Darurat, Harga Sayur dan Buah Melambung

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com