BANJARNEGARA – Musim kemarau biasanya BPBD menerima banyak permintaan air bersih dari masyarakat di desa kekeringan.
Tetapi di awal musim kemarau ini, sampai hari ini, BPBD Banjarnegara belum menerima permintaan droping bersih dari warga di desa kekeringan.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Banjarnegara Aris Sudaryanto mengatakan, biasanya, seperti kemarau tahun-tahun sebelumnya, memasuki bulan Juni sudah ada permintaan air bersih dari masyarakat. Sumber mata air di desa-desa yang rawan kekeringan mulai mengering.
Tetapi sampai memasuki Bulan Juli 2021 ini, belum ada desa yang secara resmi mengajukan permohonan bantuan air bersih dari pemerintah.
“Biasanya kalau dulu seperti ini sudah banyak yang minta. Tapi tahun ini, sampai saat ini belum ada permintaan, ” katanya, Sabtu (3/7/2021).
Belum adanya permintaan air bersih menandakan kebutuhan air bersih di desa, khususnya yang rawan kekeringan masih mencukupi.
Wajar saja, menurut Aris, meski sudah memasuki kemarau, curah hujan di Kabupaten Banjarnegara masih cukup tinggi. Ini membuat sumber mata air warga belum kering. Tetapi pihaknya tetap mengantisipasi bencana kekeringan dengan menyiapkan cadangan air bersih.
Pihaknya menyiapkan 1800 tangki untuk antisipasi bencana kekeringan tahun ini. Air bersih itu bukan hanya bersumber dari APBD, namun juga bantuan lembaga lain atau CSR perusahaan.
Cadangan air bersih itu dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga di musim kering ini.
“Kami siapkan 1800 tangki, ” katanya.(*)





