PURWOKERTO – Kuota vaksinasi massal di GOR Satria untuk 300 orang per hari tidak terserap 100 %. Tercatat, selama pelaksanaan vaksinasi mulai Selasa (29/6) sampai Kamis (1/7), hanya 845 orang yang menerima vaksin. Sisanya, sebanyak 55 orang gagal divaksin karena beberapa faktor.
Dari jumlah itu, faktor calon penerima yang tidak datang ke lokasi vaksinasi, meski sudah melakukan pendaftaran pada website, menjadi yang paling dominan. Sisanya dikarenakan faktor mereka yang tak lolos skrining.
“10 orang tidak lolos skrining dan 45 orang lainnya tidak datang,” katanya.
Dwi menjelaskan penerima vaksin yang telah mendaftar lewat aplikasi Vaberaya tidak datang ke GOR Satria dengan berbagai pertimbangan. Salah satunya karena telah menerima “jatah” vaksin di tempat lain misalnya dari tempat kerja. Secara SOP di aplikasi sebenarnya tidak bisa digantikan dengan orang yang lainnya.
“Namanya di lapangan ada saja yang seperti itu. Seharusnya tidak bisa digantikan,” terang dia.
Meskipun demikian pihaknya tetap memberi toleransi. Seperti yang terjadi pada Jumat (2/7) pagi, ada yang datang ke GOR Satria bertemu dirinya melapor bahwa anaknya sudah mendapat vaksin program dari tempatnya bekerja. Kuota anaknya dalam vaksinasi massal coba diganti dengan asisten rumah tangganya.
“Akhirnya kami ijinkan. Syaratnya membawa fotokopi orang pertama yang tidak jadi divaksin dan fotokopi orang penggantinya,” pungkas Dwi. (yda)





