Banyumas – BMKG meminta kepada masyarakat yang berada di sisi Selatan Jawa Tengah, mulai dari Kebumen, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara dan Cilacap untuk mewaspadai sejumlah bencana alam. Terutama longsor dan banjir, hingga pertengahan Juli 2021.
Prakirawan Cuaca dari BMKG Stasiun Tunggul Wulung Cilacap Rendi Krisnawan kepada Jumat (2/7/2021) mengatakan curah hujan dengan intensitas sedang- lebat diperkirakan hingga 15 Juli 2021.
Hal ini dipengaruhi oleh suhu hangat di peraiiran barat Sumatra, sehingga memunculkan pusat tekanan rendah di dekat perairan Sumatra. Selain itu, suhu di perairan Jawa – Bali, saat ini masih hangat, sehingga berdampak pada peningkatan uap air di atmosfir.
Rendi mengatakan wilayah yang perlu diwaspadai bencana tanah longsor, yakni berada di pegunungan tengah Jawa.
“ Potensi bencana tanah longsor yang perlu diwaspadai di sekitar pegungungan tengah Jawa Tengah, hingga pertengahan Juli 2021,”kata Rendy.
Sementara itu, proses pembersihan matrial tanah longsor yang terjadi di RT 1dan 2 RW 11 Desa Tipar Kidul Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas hingga Jumat ini masih berlangsung.
Bencana tanah longsor terjadi pada Rabu (30/6/2021) malam, di wilayah tersebut yang menyebabkan sedikitnya tiga rumah terdampak dan menyebabkan akses jalan bagi sekitar 10 rumah tergangu. Seperti yang diungkapkan oleh warga Desa Tipar Kidul Rofingi.
“ Jadi longsor ini harus segera dibersihkan, karena mengangu warga lainya. Terutama warga yang berada di belakang rumah yang rusak ini yang berada di RT 2 RW 11,”kata Rofingi.
Bencana tanah longsor di Banyumas pada Rabu dan Kamis ( 1/7/2021) juga dilaporkan terjadi di sejumlah titik yakni di Kecamatan Wangon, Lumbir dan Kecamatan Tambak.
Selain bangunan, bencana tersebut menyebabkan akses jalan rusak akibat longsor ataupun tertimbun tanah longsor. (RA).






