INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Pemkab Cilacap Tambah Dua Rumah Sakit Rujukan, PHRI Tolak Hotel untuk Isolasi Pasien

Selasa, 29 Juni 2021

CILACAP – Pemkab Cilacap menambah dua rumah sakit rujukan Covid-19. Dari sebelumnya sembilan, dengan tambahan tersebut total rumah sakit rujukan Covid-19 di Cilacap saat ini ada 11 RS rujukan Covid-19.

Tambahan RS rujukan ini untuk menyikapi terus menipisnya jumlah tempat tidur pasien Covid-19, seiring dengan tren kasus positif Covid-19 yang terus mengalami peningkatan sepekan terakhir.

Dengan tambahan RS rujukan ini, jumlah ketersediaan tempat tidur (TT) pasien Covid-19 bertambah, dari sebelumnya sebanyak 346 dari sembilan rumah sakit, sekarang menjadi 406 dari sebelas rumah sakit, di mana hingga Senin (28/6) kemarin, dari 406 tempat tidur tersebut telah terisi 302.

Kepala Dinas Kesehatan, dr Pramesti Griyana Dewi mengatakan, dua rumah sakit rujukan baru adalah RS PMC Sampang dengan 46 TT dan RS Afdilla Menganti 8 TT.

“RS Afdilla siap 17 (TT), tetapi bertahap sekarang 8 (TT) dulu. Kalau RS PMC siap 46 (TT), tetapi yang betul-betul siap 10 dulu nanti pelan-pelan bertambah,” katanya setelah Rakor penanganan covid-19 Forkopimda di Ruang Prasanda Pendopo Wijayakusuma Sakti, Senin (28/6).

Ketua Badan Pengurus Cabang (BPC) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Cilacap Amin Suwanto mengaku, pihak PHRI sempat dilobi oleh Pemprov Jawa Tengah untuk menyediakan hotel untuk isolasi terpusat.

Tetapi hampir semua hotel di Cilacap tidak berkenan jika hotelnya digunakan untuk tempat isolasi. Pihak pengusaha khawatir, jika hotelnya pernah digunakan untuk tempat isolasi pasien Covid-19 akan berdampak pada persepsi masyarakat pada hotel tersebut nantinya.

“Masyarakat merasa kalau (hotel) yang sudah pernah untuk karantina pasti perlakuan berbeda,” ucapnya.

Akhirnya setelah lobi-lobi antara PHRI dengan Pemda akhirnya Pemda tidak melibatkan hotel untuk tempat karantina terpusat.

“Pengalaman hotel @hom merasa akan kesulitan mengembangkan lagi untuk tamu umum,” tandasnya. (nas)

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

18 KK Korban Bencana di Purbalingga Dapat Bantuan Gubernur

Selanjutnya

Ratusan RT di Banyumas Berlakukan PPKM Mikro

TERBARU

Hampir 1 Juta Penumpang, Angkutan Lebaran KAI Daop 5 Purwokerto Naik 13 Persen

Hampir 1 Juta Penumpang, Angkutan Lebaran KAI Daop 5 Purwokerto Naik 13 Persen

Jumat, 3 April 2026

Bukan Cuma Ngaji, Santri Kini Wajib Jago Olahraga! Ini Kata Menag

Menag Instruksikan Layanan Publik Kemenag Tetap Optimal Meski WFH

Jumat, 3 April 2026

Lansia 72 Tahun Diduga Hanyut di Sungai Jatinegara Kebumen, Sepeda Motor Ditemukan 10 Meter dari Aliran

Lansia 72 Tahun Diduga Hanyut di Sungai Jatinegara Kebumen, Sepeda Motor Ditemukan 10 Meter dari Aliran

Jumat, 3 April 2026

POPULER BULAN INI

KPK OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman

KPK OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman

Jumat, 13 Maret 2026

Profil Ammy Amalia: Dari Anggota DPR, Notaris, Kini Jadi Plt Bupati Cilacap

Profil Ammy Amalia: Dari Anggota DPR, Notaris, Kini Jadi Plt Bupati Cilacap

Senin, 16 Maret 2026

Bupati Cilacap dan 6 Pejabat Diamankan KPK Usai Diperiksa di Polresta Banyumas

Bupati Cilacap dan 6 Pejabat Diamankan KPK Usai Diperiksa di Polresta Banyumas

Jumat, 13 Maret 2026

Selanjutnya

Ratusan RT di Banyumas Berlakukan PPKM Mikro

PMI Semprot Disinfektan di Pusat Kuliner Banjarnegara

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com