PURWOKERTO – Pemerintah Kabupaten Banyumas, belajar banyak dari adanya kasus positif Covid-19, yang terjadi pada karyawan pabrik garmen di Kalibagor. Sebagai langkah antisipasi, agar kejadian serupa tidak berulang pemerintah Kabupaten Banyumas berencana melakukan tracing di pabrik-pabrik, juga tempat industri.
“Kita rencana akan perketat tracing-tracing di pabrik-pabrik, dan industri. Kita akan cek semua pabrik dan industri yang banyak karyawannya,” kata Aspem Kesra Setda Kabupaten Banyumas Didi Rudwianto. Terkait rencana itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas terkait. Sebelumnya akan dilakukan pemetaan terlebih dahulu.
“Nanti teknis Dinkes. Akan kita petakan, utamanya yang dari luar Banyumas,” tuturnya.
Apabila nanti saat tracing ada yang reaktif, ia sebut dinas kesehatan akan melakukan tindak lanjut. Karena menurutnya, yang punya kewenangan melakukan tindakan adalah dinas kesehatan.
Terpisah, Plh Kabid Hubungan Industrial Dinnakerkop UKM Kabupaten Banyumas Slamet Solechan mengatakan, soal rencana tersebut pihaknya sudah bersurat kepada perusahaan-perusahaan yang ada di Banyumas.
Isinya, mengingatkan agar protokol kesehatan benar-benar diterapkan dengan baik.
“Total perusahaan yang tercatat di kami 1.173. Itu terdiri dari semua sektor perdagangan, jasa, industri,” katanya.
Dari total perusahaan tersebut, pihaknya mengkategorikan menjadi tiga jenis perusahaan. Perusahaan besar, menengah, dan kecil.
“Perusahaan besar ada 111, menengah 167, dan kecil 895 perusahaan. Jumlah tenaga kerja keseluruhan 57.917,” tuturnya.
Lanjut, untuk tracing ia katakan, akan diambil sampel dari masing-masing jenis perusahaan.
“Karyawan diatas 100 orang dikategorikan besar, menengah kurang dari 100. Dan kecil itu 20 ke atas,” paparnya.
Untuk karyawan dari luar Banyumas, yang ada di Banyumas ia sebut, jumlahnya tidak banyak. Ada beberapa di daerah perbatasan. Lebih jauh, pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas kesehatan, terkait rencana tersebut. (aam)






