BANYUMAS – Salah satu kiai kharismatik asal Kedungbanteng, Banyumas, KH Ridwan Sururi dikabarkan meninggal dunia pada Sabtu (12/6/2021). Almarhum al maghfurlah merupakan pengasuh Pondok Pesantren An Nur Kedungbanteng.
Selain mengasuh para santri, kiai yang kondang dipanggil Kiai Iket. Pasalnya ia lebih sering menggunakan ikat kepala batik terutama ketika diundang ceramah dan acara lainnya. Dalam ceramahnya, Kiai Iket ini terbilang sangat tegas soal agama, namun demikian dalam ceramahnya sangat lihai mengocok perut para pendengar dan jamaah hingga tertawa.
Sebelum dikabarkan meninggal dunia sekitar pukul 20.00, sang kiai dikabarkan sempat dibawa ke RSUD Margono Soekarjo karena sakit. Jenasah KH Ridwan Sururi rencananya dimakamkan di Kedungbanteng tempat tinggalnya pada Minggu (13/6/2021) pukul 10.00.
Santri Buntet
Dikutip dari jateng.nu.or.id, almarhum KH Ridwan Sururi pernah nyantri di Pesantren Buntet Cirebon. Dalam suatu kesempatan acara haul pesantren tersebut dirinya didaulat sebagai penceramah yang menyatakan bahwa watak manusia itu seperti wataknya gelas. Menurutnya, gelas memiliki tiga watak, yakni melumah, tengkurab, dan miring.
Watak melumah lanjutnya, merupakan watak yang baik karena dapat menerima dengan baik apa yang dituangkan di dalamnya. Artinya, manusia dapat menerima dengan baik apa yang didengar, dibaca, maupun apa yang diperhatikannya.
Berbeda dengan dua watak lainnya, yakni miring dan tengkurab tidak bakal bisa menerima dengan baik air yang dituangkan, seberapa pun banyaknya. Tapi jika miring (ataupun) tengkurab, walaupun diisi air seberapa banyak pun akan tetap tidak sampai penuh.(san-3)