![]()
Banyak alasan untuk menyebut AC/DC sebagai band yang pantas menduduki jajaran atas band rock klasik yang paling berpengaruh di dunia. Dengan format dua vokalis dan digawangi dua bersudara gitaris Malcolm dan Angus Young, AC/DC menjadi pembeda dari nama-nama band rock n roll yang bersinar bersamaan dengan perjalanan karir mereka. Jadi tatkala ada yang beranggapan jika lagu milik mereka dalam setiap albumnya relatif sama, itu tentu saja keliru. Karena AC/DC lebih afdol apabila kita nilai sebagai band yang menjunjung tinggi konsistensi dalam menciptakan nada-nada dengan style yang unik, dan kerangka bermusik yang clean.
Tetapi bukan kerangka nada halus yang tanpa voltase shimmy khas mereka. Justru dari sentuhan nada-nada gabungan antara gitar Malcolm dan Angust itulah musik AC/DC tampak jelas begitu menggigit. Maka tak perlu heran selama empat dekade mereka eksis di dunia musik rock, sudah sebanyak 200 juta album berhasil terjual di pasaran. Angka ini tentu saja masih mungkin akan bertambah karena eksistensi mereka yang terus ingin membuat publik musik menaruh rasa hormat.
AC/DC didirikan pada akhir 1973, di Sydney, Australia oleh Malcolm (gitar ritme) dan Angus Young (guitaris). Dua bersuara yang mencintai blues itu kemudian bertemu dengan Bon Scott yang mengambil peran sebagai vokalis, dan Philll Rud yang mengisi posisi Drum. Sedangkan Marks Evan melengkapi formasi AC/DC sebagai pencabik bass. Tahun ketika mereka mendirikan AC/DC, heavy rock sedang menjadi trend di berbagai belahan dunia. Jika membandingkan dengan kelompok musik rock lain terutama yang lahir dari daratan Inggris, mereka memang berbeda. Namun begitu, gaya heavy rock AC/DC punya energi yang begitu kuat terasa, bahkan sebenarnya itulah energi dari rock yang berkakuatan maha dahsyat. Sentuhan Blues disertai musik rock n roll era 50-an dari tangan dua saudara Malcolm dan Angust lah yang memberikan energi maha dahsyat penuh karakter khas musik AC/DC.
Di atas panggung, Angus dengan style-nya yang memilih berbeda mengenakan seragam sekolah, juga pesona Scott AC/DC terus mendapatkan pengakuan dunia sepanjang tahun 70-an. Mereka semakin bersinar ketika memunculkan ‘High Voltage’, ‘High way To Hell, dan ‘Lets There Be rock’ . Album yang disebut kedua itu berhasil menyabet platinum perdana AC/DC.
Hampir satu dekade bersama, Scott meninggalkan AC/DC akibat kematian tragis pada tahun 1980. Brian Jhonson sebagai pengganti Scott berhasil membawa AC/DC mencapai puncak universal ketika ‘Black in Black’ mereka hadirkan untuk para fans pada tahun yang sama. Inilah album yang saat ini masuk dalam lima album band terlaris sepanjang masa. Bisa dikatakan inilah album terbaik mereka yang sudah untuk kembali diulang meskipun selama dekade 80-an mereka terus eksis berkarya.
Rudd, tiga tahun usai Black in Black sukses besar, digantikan Simon Wright lalu Chris Slade untuk penggarapan album ‘The Ra-zor’s Edge’ tahun 1990-an yang akhirnya kembali memperoleh pengakuan dari khalayak secara luas. Selang beberapa lama setelah kesuksesan itu, Rudd diangkat kembali untuk penggarapan album ‘Ballbreaker’ yang diproduseri Rick Rubin tahun 1995. Ballbreaker menjadi album dengan raihan penjualan multi platinum, mengiringi perjalanan kisah mereka bermusik hingga 2014 ketika Malcom menyatakan pensiun karena sakit, dan Rudd yang punya alasan pribadi.
Tapi tampaknya AC/DC tak mau berhenti hanya tinggal nama ketika ditinggalkan kedua personelnya itu. Stevie Young, yang tak lain adalah keponakan dari Angus dan Malcom ditunjuk menggantikan sang paman (Malcom), yang kemudian tancap gas untuk album kelima belas AC/DC, ‘Rock or Bust’.
Melansir laman resmi AC/DC, mereka telah mengumumkan bahwa mereka akan merayakan ulang tahun ke-40 album blockbuster mereka yang terjual 50 juta ‘Back in Black’ sepanjang Juli. AC/DC juga memposting video teaser berdurasi 30 detik dengan soundtrack ‘Hells Bells’ dan menampilkan sambaran petir dan ‘Hell’s Bell’ raksasa. Mereka memberi judul “Rayakan Kembali dalam Ulang Tahun ke-40 Black sepanjang bulan.
Kemarin, 12 Juni 2021, Columbia Records akan mengeluarkan 12″ Picture Disc “Through The Mists of Time / Witch’s Spell” untuk Record Store Day pada Rilisan ini akan dibatasi hingga 5.000 eksemplar. Bulan sebelumnya pada 3 Mei lalu, sang vokalis, Brian Johnson membawakan “Back In Black” bersama Foo Fighters di acara “Vax Live 2021″ yang diadakan di SoFi Stadium di Los Angeles.
Konser yang diselenggarakan oleh Global Citizen, sebuah organisasi advokasi internasional, bertujuan untuk memerangi disinformasi vaksin sambil menyerukan para pemimpin dunia dan perusahaan untuk mengambil tindakan dan memberikan sumbangan. Ribuan penonton berkumpul di dalam raksasa Los Angeles, yang baru saja menyelesaikan stadion SoFi untuk pertama kalinya. Sebagian besar peserta adalah pekerja medis garis depan, banyak yang mengenakan seragam perawat dan dokter.
Brian Johnson juga telah menerbitkan otobiografinya The Lives of Brian, pada 26 Oktober 2021. Buku ini akan diterbitkan di Inggris oleh Penguin Michael Joseph, sebuah divisi dari Penguin Random House, oleh Direktur Penerbitan , Rowland Putih. Ini akan diterbitkan secara bersamaan di AS oleh Harper Collins.
The Lives of Brian bercerita tentang kehidupan Johnson sejak memulai awal karirnya: mencatat masa kecilnya tumbuh di sebuah kota kecil di Inggris, memulai band pertamanya, dan akhirnya menggantikan vokalis pertama AC/DC, Bon Scott, dan membuat band klasik 1980. ,
“Saya mengalami beberapa malam yang panjang dan malam yang menyenangkan, beberapa hari yang buruk dan banyak hari yang baik, dan selama waktu itu saya telah beralih dari paduan suara menjadi penyanyi rock & roll, dan sekarang saya telah pergi dan menulis buku berdarah. tentang itu,” kata Johnson tentang buku itu dalam sebuah pernyataan.
Johnson bergabung dengan AC/DC pada 1980 setelah kematian penyanyi utama asli Bon Scott. Album pertamanya dengan band, Back in Black, kemudian menjadi album rock terlaris sepanjang masa. Setelah seperempat abad album platinum dan tur pemecahan rekor, ia terpaksa keluar dari band pada tahun 2016 setelah didiagnosis mengalami gangguan pendengaran, tetapi kembali dengan kemenangan pada tahun 2020 dengan merilis Power Up, yang menempati posisi No.1 di tahun dua puluh satu negara. Seorang pengemudi mobil balap vintage yang sukses dan kompetitif, Johnson baru-baru ini menikmati pujian sebagai presenter karismatik acara televisi Cars That Rock bersama Brian Johnson dan Brian Johnson: A Life of the Road.
Brian mengatakan: ‘Itu bukan saya. Saya tidak melakukannya. Dan saya tidak akan pernah melakukannya lagi.’
The Lives of Brian oleh Brian Johnson akan diterbitkan dalam hardback oleh Penguin Michael Joseph di Inggris (dengan harga £20) dan Dey Street Books/HarperCollins di AS (dengan harga $28,99) pada tanggal 26 Oktober 2021.
Angga Saputra
Pegiat Jurnalisme, & Jatuh Kepada Cinta Musik