Cilacap – Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Cilacap menunjuk RS Priscillia Sampang untuk menjadi tempat isolasi terpusat untuk pasien terkonfirmasi positif covid-19 varian India.
Hal ini dilakukan setelah muncul klaster tenaga kesehatan di RSUD Cilacap. Pasalnya ada sebanyak 32 orang tenaga kesehatan yang terpapar covid-19 setelah menangani 14 ABK Filipina yang terkonfrimasi positif Covid-19 varian india.
Diketahui jika ada sebanyak 14 ABK Filipina yang terpapar virus covid-19 varian India, satu orang meninggal dunia, dan tiga orang telah sembuh. Saat ini tersisa sebanyak 10 orang yang dirawat.
Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji mengatakan jika masuknya varian baru covid-19 dari India ini membuat harus semakin waspada. Untuk penanganan lebih maksimal, maka dilakukan isolasi terpusat. Apalagi di RS Priscillia Sampang terdapat 60 tempat tidur.
“Setelah koordinasi dengan Gubernur, dan juga pusat, agar ada isolasi terpusat. Ternyata belum menemukan hotel, awalnya mau ke (Gedung) Diklat, tetapi sedang dipakai, jadi Alhamdulillah, hari ini RS Priscillia setelah visit dari Dinkes Provinsi, itu layak untuk dikasih izin,” ujar Bupati Tatto usai rapat koordinasi penanganan Covid-19 dengan Gubernur Jawa Tengah melalui telekonfrence, Senin (24/5/2021).
Bupati menyampaikan jika dari 179 nakes yang telah dilakukan tracing, awalnya ada sebanyak 47 yang positif, dan 15 orang sembuh, sehingga masih ada 32 orang yang diisolasi.
Pasien yang akan ditempatkan di RS Priscillia Sampang ini diperuntukkan bagi pasien yang tidak memiliki gejala.
Diketahui jika RS Priscillia telah dibangun sejak 2018 lalu. Akan tetapi, meski telah selesai pembangunannya, izin operasional masih belum dikeluarkan, karena terkait dengan Perda Rencana Tata Ruang wilayah.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap dokter Pramesti Griana Dewi mengatakan jika RS Priscillia telah mendapatkan izin, karena telah memenuhi semua persyaratan yang ditetapkan.
“Mekanisme untuk mengeluarkan izin operasional, sudah sesuai tahapan yang seharusnya, jadi semua persyaratan sudah dikumpulkan, dan hari Sabtu ada visit dari Dinkes Jateng, dan Kabupaten, hasilnya sudah langsung disampaikan,” ujarnya.
Pramesti mengatakan jika masih ada beberapa yang perlu dilengkapi, dengan target waktu yang diberikan. Akan tetapi bisa diselesaikan, sehingga mulai Selasa (24/5/2021) akan ditandatangani bupati. (RT)






