NASIONAL – Momen Idulfitri 1447 H tahun ini terasa lebih istimewa bagi 15.038 guru Pendidikan Agama Islam (PAI). Pasalnya, Kementerian Agama (Kemenag) baru saja mengumumkan kelulusan mereka dalam program Pendidikan Profesi Guru (PPG) angkatan IV.
Dilansir dari website Kemenag RI, para guru PAI tersebut merupakan bagian dari total 97.122 guru binaan Kemenag yang berhasil meraih sertifikat pendidik. Proses sertifikasi yang berlangsung sejak 2025 itu akhirnya membuahkan hasil manis tepat di penghujung bulan Ramadan.
Dirjen Pendidikan Islam Kemenag, Amien Suyitno, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas capaian tersebut. Menurutnya, guru PAI memiliki posisi strategis dalam membangun karakter bangsa.
“Guru Pendidikan Agama Islam memiliki peran fundamental, tidak hanya dalam transfer pengetahuan, tetapi juga dalam pembentukan akhlak dan karakter bangsa. Karena itu, peningkatan kualitas dan kesejahteraan mereka harus menjadi perhatian bersama,” ujar Amien Suyitno di Jakarta, Rabu (17/3/2026).
Ia menegaskan bahwa sertifikasi bukan sekadar label formalitas. “Sertifikasi bukan sekadar pengakuan, tetapi amanah. Guru harus terus belajar, menjadi teladan, dan menghadirkan pembelajaran yang mencerahkan,” imbuhnya.
Amien menjelaskan, akselerasi program sertifikasi guru berbasis PPG ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembelajaran. Hal itu sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai prioritas nasional.
“Bagi guru PAI yang telah menempuh seluruh tahapan sertifikasi dengan penuh kesungguhan, ini adalah momen yang membahagiakan. Menjelang Idul Fitri, kabar ini menjadi kado yang membawa kebahagiaan bagi guru dan keluarganya,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa sertifikasi berdampak langsung pada kesejahteraan guru. “Dengan status tersertifikasi, guru berhak memperoleh tunjangan profesi. Ini diharapkan semakin memotivasi guru untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Pendidikan Agama Islam Kemenag, M. Munir, menyoroti peran strategis guru PAI dalam sistem pendidikan nasional. Menurutnya, kompetensi guru yang terstandar akan berpengaruh pada kualitas lulusan.
“Guru PAI berperan penting dalam membentuk karakter peserta didik. Dengan kompetensi yang semakin terstandar melalui sertifikasi, diharapkan kualitas pembelajaran PAI semakin kuat dan relevan,” jelasnya.
Munir juga memastikan bahwa proses seleksi berjalan ketat untuk menjaga mutu. Dari total peserta, tercatat 15.038 orang dinyatakan lulus, sementara 120 peserta lainnya belum berhasil.
“Bagi yang belum lulus, akan mengikuti kembali sebagai retaker pada sesi ujian tahap berikutnya. Ini menunjukkan bahwa kualitas tetap menjadi prioritas,” paparnya.
Ke depan, Kemenag berharap para guru PAI yang telah tersertifikasi mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing. Mereka diharapkan tidak hanya unggul dalam pedagogik, tetapi juga mampu memperkuat nilai moderasi beragama dan menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Dengan sertifikasi ini, penguatan pendidikan karakter semakin terintegrasi dalam agenda pembangunan nasional—menghadirkan guru yang profesional, sejahtera, dan berintegritas untuk masa depan bangsa. (Angga Saputra)







